ISIS 'jenis baru' menjadikan Eropa sebagai sasaran

europol Hak atas foto EPA
Image caption Badan polisi Uni Eropa, Europol, membuka pusat antiteror baru di Den Haag, Belanda.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS telah mengembangkan gaya serangan "pasukan khusus" baru untuk menargetkan Eropa, kata direktur badan polisi Uni Eropa, Europol.

Akan lebih banyak serangan seperti di Mumbai tahun 2008 dan Paris pada November lalu, kata Rob Wainwright.

Dia menyatakan hal ini sementara Europol membuka pusat antiteror baru di Den Haag, Belanda.

Pembukaan pusat ini bersamaan dengan dikeluarkannya laporan baru Europol tentang ISIS.

Lembaga ini akan berusaha memperbaiki pertukaran informasi dan mengidentifikasi kaitan antara terorisme dengan bentuk kejahatan lain.

Kebutuhan ini digarisbawahi terutama terkait serangkaian serangan Paris pada tanggal 13 November yang menewaskan 130 orang.

Pada hari Minggu (24/01) ISIS mengeluarkan sebuah video yang memperlihatkan kesembilan pria bersenjata terduga pelaku sebelum serangan.

Serangan Paris dan dijatuhkannya pesawat Rusia di Mesir pada bulan Oktober lalu "mengisyaratkan perubahan strategi ISIS menjadi mendunia," kata laporan itu.

"ISIS mempersiapkan lebih banyak serangan, termasuk serangan "gaya Mumbai", di negara anggota Uni Eropa, terutama Prancis," kata laporan berjudul Changes in modus operandi of Islamic State terrorist attacks.

Berita terkait