Israel tuding Turki danai ISIS dengan cara membeli minyak

Jaringan pipa minyak Hak atas foto Reuters
Image caption Jaringan pipa minyak yang diduga digunakan oleh ISIS dihancurkan oleh pasukan koalisi.

Uang Turki telah lama digunakan untuk membeli minyak dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Suriah dan Irak sehingga sama saja dengan mendanai kelompok militan itu.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon dalam kunjungan ke Athena, Yunani, pada Selasa (26/01).

"Seperti diketahui, ISIS menikmati uang Turki dari penjualan minyak dalam jangka sangat panjang. Saya berharap hal ini akan diakhiri," kata Yaalon.

"Tergantung pada Turki, pemerintah Turki, kepemimpinan Turki, untuk memutuskan apakah mereka ingin menjadi bagian dari kerja sama memerangi terorisme. Kenyataannya tidak begitu sejauh ini," tambahnya kepada para wartawan.

Hak atas foto AP
Image caption Moshe Yaalon juga menuduh Turki membiarkan para militan keluar masuk Suriah melalui Turki.

Turki membantah pihaknya mengizinkan penyelundupan minyak oleh kelompok yang menyebut diri Negara Islam, menyusul tuduhan serupa yang disampaikan oleh Rusia.

Para wartawan mengatakan tudingan Israel dapat menghambat upaya untuk memperbaiki hubungan antara Turki dan Israel setelah renggang selama bertahun-tahun.

Laporan yang disusun oleh IHS Inc menunjukkan ISIS mendapatkan dana sekitar US$80 juta per bulan, 43% di antaranya berasal dari penjualan minyak.

Berita terkait