Protes atas kebijakan pengungsi, Ai Weiwei tutup pameran

Ai Weiwei Hak atas foto Reuters
Image caption Ai Weiwei membantu pengungsi asal Afghanistan di Pulau Lesbos, Yunani.

Seniman Cina, Ai Weiwei, menutup pamerannya di Denmark sebagai protes atas kebijakan menyita harta benda pencari suaka untuk membiayai kebutuhan mereka.

Staf di Galeri Faurschou Foundation di ibu kota Kopenhagen mengukuhkan jika pameran itu tutup Rabu (27/01).

Parlemen Denmark, Selasa (26/01) sudah meloloskan undang-undang untuk menyita harta benda pengungsi yang nilainya melebihi US$1.400 atau sekitar Rp 19 juta, dengan beberapa pengecualian seperti cincin kawin.

Lewat Instagram, seniman yang juga pegiat demokrasi ini, menyatakan keputusan menutup pamerannya Ruptures menyusul 'pengesahan parlemen Denmark atas UU yang memungkinkan penyitaan harta benda dan penundaan penyatuan keluarga pencari suaka'.

Hak atas foto Instagram
Image caption Akun Instagram Ai Weiwei menyebutkan alasan penutupan pamerannya.

Pameran yang diberi judul Ruptures dibuka Maret 2015 dan rencananya baru akan berakhir April 2016.

Pemilik galeri, Jens Faurschou, mengatakan dia mendukung keputusan seniman terkenal tersebut dan juga mengungkapkan kekecewaan atas keputusan pemerintah.

"Hal itu membuat gambaran tentang Denmark dan warga Denmark sebagai negara yang mengerikan. Dan sebagai pemegang paspor Denmark saya biasanya senang namun hari ni saya tidak senang."

Tahun 2016 Denmark diperkirakan akan menerima 20.000 pencari suaka, meningkat dari 15.000 sepanjang tahun 2015 lalu.

Berita terkait