Aktivis Brasil akan ajukan petisi legalkan aborsi bagi pengindap virus Zika

Perempuan hamil Hak atas foto Reuters
Image caption Perempuan hamil yang mengindap virus Zika tidak diijinkan melakukan aborsi

Sebuah kelompok pengacara di Brasil, aktivis dan ahli sains meminta agar Mahkamah Agung untuk mengijinkan aborsi bagi perempuan yang terkena virus Zika.

Zika, menjadi penyebab microcephaly, yang berkaitan kerusakan otak pada janin.

Aborsi merupakan ilegal di Brasil, kecuali dalam kasus yang membahayakan kesehatan atau kasus pemerkosaan, dan sejak 2012 lalu juga dibolehkan dalam kasus kelainan kondisi otak anencephaly.

Para ahli memperingatkan tiga dari empat juta orang dapat terinfeksi Zika di Amerika pada tahun ini.

Sementara itu, Thomas Bach, kepala Komite Internasional Olimpiade IOC, mengatakan sejumlah langkah diambil untuk pencegahan penularan selama ajang olahraga dunia itu digelar di Rio de Janeiro.

Hak atas foto Getty
Image caption Pengasapan merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Zika.

IOC akan mengeluarkan pedoman untuk pencegahan bagi atlet dan penonton pertandingan dalam Olimpiade, pada Jumat ini.

Petisi untuk mendesak agar aborsi dilegalkan akan disampaikan ke Mahkamah Agung dalam dua bulan ini.

Alasan yang disampaikan dalam petisi itu karena "negara Brasil bertanggung jawab atas penyebaran Zika" dan tidak memberantas nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus tersebut.

Perempuan Brasil "tidak seharusnya dihukum sebagai konsekuensi kurangnya kebijakan," jelas petisi itu.

Pemerintah di empat negara Amerika Latin dan Karibia menyarankan agar perempuan tidak hamil menyusul penyebaran virus Zika.

Kelompok yang berada di balik gugatan itu juga memenangkan pengecualian untuk kasus anencephaly in 2012.

Image caption Bayi yang lahir dari perempuan yang terkena virus Zika akan mengalami kerusakan otak.

Penyebaran virus Zika di Brasil merupakan yang terburuk dibandingkan negara Amerika lainnya, dengan 270 kasus microcephaly yang telah dikonfirmasi oleh kementerian kesehatan dan 3,448 lainnya yang masih diinvestigasi.

Seorang profesor hukum di Universitas Brasilia, Debora Diniz, mengatakan kepada BBC bahwa penyakit itu lebih banyak dialami oleh kalangan miskin.

Zika pertama kali ditemukan di Uganda pada 1947, tetapi tidak pernah menjadi wabah yang besar seperti yang terjadi di Brasil. Negara di Amerika Selatan ini melaporkan kasus penularan Zika pertama kali pada Mei 2015 lalu.

Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan antara 500.000 dan 1,5 juta orang telah terinfeksi di Brasil dan virus telah menyebar di lebih dari 20 negara di kawasan itu.

Berita terkait