Imbas serangan seksual, karnaval Cologne diperketat

Cologne Hak atas foto EPA
Image caption Polisi yang bertugas di sekitar stasiun kereta di Cologne akan dilengkapi kamera video.

Pengamanan karnaval di Cologne, Jerman, akan diperketat menyusul serangan seksual terhadap para wanita di kota ini pada perayaan Tahun Baru.

Selain untuk mencegah serangan seksual, pengamanan juga ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan oleh kelompok militan.

Para pejabat di Cologne mengatakan hari Senin (01/02) bahwa jumlah polisi yang ditugaskan akan digandakan menjadi lebih tak kurang dari 2.000 petugas.

Kamera video pengawas juga akan dipasang di sekitar stasiun utama, lokasi serangan pada Tahun Baru lalu, yang memakan korban ratusan wanita.

Hak atas foto EPA
Image caption Keluarga pendatang di Cologne membaca informasi tentang karnaval melalui selebaran berbahasa Arab dan bahasa Inggris.

Para pejabat mengatakan serangan seksual dan perampokan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari daerah Afrika Utara atau bercirikan seperti pria-pria Arab, yang memicu debat sengit mengenai kebijakan Jerman menerima pendatang dan pengungsi.

Selama tahun 2015, Jerman menerima tak kurang dari 1,1 juta pencari suaka.

Karnaval akan digelar mulai Kamis, 4 Februari, dan akan berlangsung selama satu pekan dengan acara antara lain festival minum bir, pergelaran lagu, dan tari hingga hari Rabu pekan depan.

Panitia penyelenggara telah mencetak selebaran dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris untuk menjelaskan kepada para pendatang mengapa disuguhkan minuman beralkohol dalam karnaval ini, kata kantor berita AFP.

Panitia berharap penyebaran informasi semacam ini bisa memimalkan kemungkinan salah paham bagi para pendatang yang baru masuk ke Jerman.

Berita terkait