Mantan direktur Petrobras dipenjara 12 tahun karena korupsi

Petrobras Hak atas foto AP
Image caption Beberapa petinggi Petrobas dituduh mendapat US$30 juta untuk menjamin sebuah perusahaan mendapat kontrak dari Petrobas.

Mantan direktur perusahaan minyak negara Brasil, Petrobras, diganjar hukuman 12 tahun penjara dalam kasus suap dan korupsi yang melanda perusahaan.

Jorge Zelada -yang pernah memimpin divisi internasional Petrobras- terbukti bersalah melakukan pencucian uang dan korupsi.

Sementara itu seorang manajer Petrobras, Eduardo Costa Musa, dan dua orang lainnya juga dihukum penjara.

Mereka terbukti mendapat bayaran US$30 juta untuk menjamin sebuah perusahaan mendapat kontrak miliaran dolar dari Petrobras.

Hak atas foto Reuters
Image caption Para pengunjuk rasa yang menentang korupsi di Petrobas sempat menuntut Presiden Dima mundur.

Penyelidikan atas kasus ini juga menemukan Jorge Zelada -yang ditangkap pada Juli 2015- mentransfer sejumlah besar uang ke beberapa rekening bank miliknya di Cina.

Skandal korupsi di Petrobas menjadi perhatian meluas masyarakat Brasil yang beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa dan mereka juga sempat menuntut agar Presiden Dilma Rouseff mundur karena dugaan korupsi terjadi ketika Rouseff menjadi pimpinan di Petrobras.

Jaksa penuntut juga menduga sebagian dari uang tersebut mengalir ke dana kampanye Partai Pekerja dan sekutunya namun dibantah oleh para terpidana maupun pihak partai.

Penyelidikan atas skandal Petrobras ini telah berlangsung selama dua tahun dengan lebih dari 100 orang ditahan, antara lain politikus, mantan pejabat Petrobras, dan beberapa pengusaha.

Berita terkait