Penggerebekan industri hasil laut Thailand, 100 ditangkap

rohingya Hak atas foto AFP Getty
Image caption Industri laut Thailand menggunakan pekerja gelap dari negara-negara tetangga yang bekerja dalam keadaan mirip perbudakan.

Lebih dari seratus orang ditangkap dalam operasi mengatasi pelanggaran pada industri hasil laut Thailand yang bernilai miliaran dolar, kata para pejabat.

Bulan April lalu, Uni Eropa mengancam akan memboikot industri itu kecuali diambil langkah menangani penangkapan hasil laut secara gelap dan tuduhan perdagangan manusia.

Pada hari Senin (01/02) polisi mengatakan kelompok tugas yang sejak itu dibentuk telah menyelidiki 36 kasus dan juga menyelamatkan 130 orang korban perdagangan manusia.

Thailand adalah eksportir hasil laut ketiga terbesar di dunia.

Kelompok hak asasi manusia sejak lama menggarisbawahi pelanggaran yang dilakukan pada industri Thailand.

Mereka mengatakan industri tersebut menggantungkan diri pada praktik penangkapan gelap dan berlebihan, selain menggunakan pekerja gelap dari negara-negara tetangga yang, mereka katakan, bekerja dalam keadaan mirip perbudakan.

Wakil Kepala Polisi Nasional Thammasak Witcharaya mengatakan 16 bulan sebelum satuan tugas dibentuk hanya 15 kasus yang diselidiki, dan dia menegaskan operasi terus ditingkatkan.

Witcharaya mengatakan hampir semua dari 102 orang pelaku telah dihukum, 36 orang dipenjarakan.

Berita terkait