ISIS 'bisa manfaatkan Libia' untuk menyerang Eropa

Sirte Hak atas foto Getty
Image caption Kelompok ISIS diperkirakan makin kuat setelah merebut kota Sirte di Libia.

Para pejabat badan-badan antiteror di Eropa makin khawatir dengan semakin besarnya kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Libia.

Dari sisi geografis, Libia jauh lebih dekat ke Eropa dibandingkan dua 'wilayah kekuasaan' ISIS, Raqqa dan Mosul, yang masing-masing terletak di Suriah dan Irak.

Negara-negara di Eropa, Inggris misalnya, khawatir ISIS akan menggunakan Libia sebagai 'batu loncatan' untuk melakukan serangan di Eropa daratan, kata wartawan keamanan BBC, Frank Gardner.

Tapi apakah klaim dari para pejabat keamanan ini beralasan?

Klaim bahwa ISIS makin besar di Libia bisa dipahami karena dilaporkan banyak milisi dan komandan ISIS yang meninggalkan Suriah seiring dengan makin gencarnya serangan udara koalisi Barat di Suriah.

Saat ini jumlah milisi ISIS di Libia diperkirakan antara 4.000 hingga 6.000 orang. Kelompok ini juga diyakini aktif merekrut milisi baru dari negara-negara tetangga Libia.

Hak atas foto Getty
Image caption Para pejabat keamanan Eropa khawatir ISIS akan merancang serangan besar di Libia.

Tiadanya pemerintahan yang efektif membuat ISIS leluasa merekrut pendukung, menggelar latihan, membesarkan organisasi, dan merencanakan serangan.

'Hanya soal waktu'

Tidak hanya itu. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil membuat ISIS mudah mendapatkan persenjataan di negara ini.

Namun upaya masuk ke Eropa melalui Libia tidak akan mudah.

Di sisi perbatasan barat laut, pemerintah Tunisia baru saja merampungkan bagian pertama pagar keamanan yang ditujukan mencegah serangan besar seperti yang terjadi di Tunis dan Sousse tahun lalu.

Sedang di perbatasan barat dan barat daya ada garis batas sepanjang 989 kilometer, tapi negara tetangga Aljazair sudah mengetatkan perbatasan dan menempatkan aparat keamanan tambahan.

Di sisi timur, pemerintah Mesir bahkan mengerahkan helikopter Apache untuk memastikan tidak ada milisi ISIS yang meninggalkan Libia melalui perbatasan Mesir.

Dan di sebelah utara adalah Laut Mediterania, rute yang jelas tidak mudah dipakai oleh ISIS untuk masuk ke Eropa.

Meski di atas kertas sulit bagi milisi ISIS di Libia masuk ke Eropa, para pejabat Eropa tetap saja khawatir karena bagi mereka aksi ISIS di Eropa 'hanya soal waktu' saja.

Berita terkait