Sidang pertama terkait 'kekerasan seksual' di Cologne

Polisi Jerman

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Rekaman CCTV tidak cukup bagus untuk mengidentifikasi serangan seksual.

Tiga pria akan disidang di Cologne, Jerman, yang merupakan dakwaan pertama terkait perayaan malam Tahun Baru ketika ratusan perempuan mengalami 'kekerasan seksual'.

Namun ketiganya, dua dari Maroko dan seorang dari Tunisia, dituduh melakukan pencurian.

Kepolisian Cologne mengakui ada kemungkinan mereka yang melakukan pelecehan seksual tidak akan pernah ditangkap.

Rekaman video dari kamera pengawas di tempat kejadian tidak cukup jelas untuk mengidenfikasi telah terjadi kekerasan seksual pada 31 Desember 2015 malam.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar,

Kepala Kepolisian Cologne dicopot karena dinilai lamban menangani kasus malam Tahun Baru.

"Rekaman CCTV tidak cukup bagus untuk mengidentifikasi dengan jelas kekerasan seksual. Kami bisa melihat beberapa pencurian, itu saja. Kami mendasarkan pada keterangan saksi dalam mengidentifikasi para penyerang," jelas Kepala Kepolisian Cologne, Juergen Mathies kepada BBC.

Satu dakwaan kekerasan seksual

Sejauh ini polisi sudah mengidentifikasi 80 tersangka, yang sebagian besar berasal dari Afrika bagian utara dan tiba di Jerman secara gelap maupun mencari suaka.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar,

Sebagian besar ditangkap dengan tuduhan pencurian.

Sebanyak 13 orang ditangkap dengan tuduhan pencurian dan hanya satu -seorang pencari suaka asal Aljazair yang berusia 26 tahun- yang dituduh melakukan kekerasan seksual.

Sekitar 1.000 pria yang berasal dai Afrika bagian utara dan etnik Arab berkumpul di dekat stasiun kereta api Cologne pada perayaan malam Tahun Baru 2016.

Beberapa kelompok kecil kemudian mengepung para perempuan, mengancam dan menyerang meraka.

Kasus ini memicu kecaman atas kebijakan Kanselir Angela Merkel, yang membuka pintu untuk para sekitar satu juta pendatang dan pengungsi yang tiba di Jerman sepanjang 2015,