Korban pelecehan seksual ingin bertemu Paus

Hak atas foto Getty
Image caption Kardinal Pell mengatakan bersedia membantu keinginan korban pelecehan seksual untuk bertemu Paus Fransiskus.

Korban pelecehan seksual anak-anak tahun 1970-an yang terjadi di Australia, ingin bertemu langsung dengan Paus Fransiskus.

Mereka sedang berada di Roma, untuk menyaksikan kesaksian Kardinal George Pell, yang dilakukan lewat sambungan video dalam sidang yang dibentuk pemerintah Australia.

Pell menyambut baik rencana pertemuan dengan para korban pelecehan seksual, Kamis (03/03) namun meminta pertemuan berlangsung secara terbatas, tanpa dihadiri kuasa hukum dan media.

Kardinal Pell juga mengatakan bersedia membantu keinginan para korban pelecehan seksual di Australia untuk bertemu dengan Paus Fransiskus.

Tapi, perwakilan para korban justru menyatakan sudah enggan berurusan dengan Kardinal Pell dalam penyelesaian kasus pelecehan seksual di Ballarat di luar Kota Melbourne.

Hak atas foto Getty
Image caption David Ridsdale ikut 'mempertanyakan' pengakuan Kardinal Pell

"George Pell sudah terlihat jelas tidak mampu dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membantu penyelasaian kasus ini, oleh sebab itulah kami perlu berbicara langsung dengan Paus Fransiskus," kata salah seorang korban pelecehan, David Ridsdale.

Mengaku 'diperdaya'

Dalam sidang Komisi Khusus penyelidikan kasus pelecehan seksual anak-anak, Selasa (01/03), Kardinal Pell dimintai keterangan seputar keterlibatan pastor Peter Searson.

Searson meninggal tahun 2009 lalu, tanpa tuntutan hukum apapun padahal dua menghadapi banyyal pengaduan, mulai dari pelecehan seksual hingga kekerasan atas hewan.

Salah satu pengaduan atas Searson yang pernah muncul, adalah saat Searson menikam seekor burung hingga mati, menggunakan obeng di depan anak-anak.

Kardinal Pell mengaku tidak banyak mengetahui informasi seputar tuduhan yang ditujukan pada Searson.

Dia menambahkan informasi tentang tuduhan itu ditutup-tutupi darinya karena dia ingin mencari tahu lebih jauh mengenai kasus pelecehan tersebut.

Bagaimanapun Komisioner Peter McClennan menilai keterangan Pell tidak masuk akal karena jika Kantor Edukasi Katolik tidak menginginkan kasus pelecehan terkuak, maka mereka tentu tidak menyampaikan tindakan Searson ke tokoh senior lain di lingkungan gereja.

Sementara pejabat senior komisi, Gail Furness, berpendapat pengakuan Kardinal Pell bahwa dia diperdaya tokoh senior gereja lainnya merupakan hal yang tidak wajar.

Setelah mendengarkan keterangan Kardinal Pell, salah David Ridsdale mengatakan, "Jika semua perkataan Pell benar, berarti ia orang yang sangat mudah diperdaya."

Berita terkait