Jepang bayar kompensasi tawanan perang

Bom Nagasaki Hak atas foto Getty Images
Image caption Bom Nagasaki telah menghancurkan wilayah-wilayah di kota barat daya Jepang.

Seorang mantan tawanan perang Belanda yang ditahan di Nagasaki, saat AS menjatuhkan bom atom di kota tersebut telah memenangkan uang kompensasi dari pemerintah Jepang.

Willy Buchel, 95 tahun, adalah mantan tawanan perang pertama yang menerima pembayaran kompensasi, kata pengacaranya pada hari Selasa (1/3).

Buchel mengajukan gugatan pada Mei tahun lalu atas penderitaan mental yang dia alami di tahun-tahun setelah peristiwa pemboman tahun 1945, pengacaranya Hidekazu Zaima mengatakan kepada AFP.

Dia akan menerima ganti rugi senilai 1,1 juta yen atau hampir Rp129 juta.

Buchel berada di sebuah kamp penjara yang berjarak 1,7km dari ground zero pada tanggal 9 Agustus, ketika bom meledak di atas kota sebelah barat daya Jepang, menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Dia kembali ke Belanda pada tahun 1950 dan tidak dapat menerima dana perlindungan kesehatan secara penuh yang diberikan kepada para korban bom Jepang, ujar Zaima.

Image caption Sumiteru Taniguchi masih berusia 16 tahun ketika bom atom dijatuhkan di Nagasaki.

Menurut kantor berita Jepang Kyodo News, Buchel mengatakan dalam gugatannya bahwa dia "dipaksa untuk terus hidup kendati menderita cacat langka yang disebabkan oleh paparan radiasi".

Jepang mulai memberikan tunjangan kesehatan kepada para korban bom atom yang berada di luar negeri pada tahun 2003. Sebelumnya, sebuah aturan yang diputuskan pada tahun 1974 menyatakan dana-dana tersebut akan dihentikan bila para korban melakukan perjalanan keluar dari Jepang.

Bom Nagasaki dijatuhkan setelah tiga hari sebelumnya menghantam kota Hiroshima, di mana sekitar 140.000 orang diperkirakan tewas oleh ledakan tersebut lalu disusul oleh berbagai penyakit akibat paparan radiasi.

Berita terkait