Kelompok Negara Islam 'mungkin siapkan serangan' ke Inggris

Hak atas foto AP
Image caption Kelompok Negara Islam, atau dulu disebut ISIS, telah memperluas ambisinya dari target berskala kecil lebih kecil menuju serangan terhadap "gaya hidup Barat".

Kelompok yang menamakan Negara Islam kemungkinan merencanakan serangan "spektakuler" di Inggris, kata kepala anti-terorisme kepolisian Inggris.

Asisten Komisaris Mark Rowley mengatakan ada bukti kelompok militan Negara Islam atau IS tengah "mencoba membangun serangan lebih besar" di tingkat global, dan Inggris merupakan salah-satu targetnya.

Dia mengatakan kelompok Negara Islam, atau dulu disebut ISIS, telah memperluas ambisinya dari target berskala kecil lebih kecil menuju serangan terhadap "gaya hidup Barat".

Namun demikian, dia tidak menggambarkan secara detil rencana dan model operasi serangan tersebut.

Beberapa serangan, termasuk serangan bersenjata dan bom di Paris tahun lalu, dilakukan oleh kelompok Negara Islam atau IS.

Berbicara dalam konferensi di London, Rowley mengungkapkan pihaknya telah melakukan penangkapan terkait terorisme di Inggris yang jumlahnya mencapai rekor pada tahun lalu.

Jumlah penangkapan meningkat

Ada 339 penangkapan di wilayah Inggris, Wales dan Skotlandia -angka tahunan tertinggi.

Kepolisian Inggris mengatakan telah terjadi peningkatan 57% dalam operasi penangkapan selama tiga tahun terakhir dibandingkan dengan tiga sebelumnya.

Image caption Beberapa serangan, termasuk serangan bersenjata dan bom di Paris tahun lalu, dilakukan oleh kelompok Negara Islam atau IS.

Tingkat ancaman teror di Inggris saat ini dinilai masuk kategori "terhebat" yang berarti serangan terkait terorisme sangat mungkin terjadi.

Rowley mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, kelompok militan Negara Islam telah mendoktrin calon jihadis untuk menyerang kantor polisi dan militer.

Menurutnya, IS tengah mencoba menyusupkan orang-orang yang telah menerima pelatihan militer di Suriah ke Eropa utara untuk melancarkan serangan.

Rowley mengatakan pihaknya telah mendatangkan psikolog untuk bekerja sama dengan unit anti-terorisme karena meningkatnya kekhawatiran bahwa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental menjadi sasaran radikalisasi.

Para analis mengatakan mereka memiliki bukti-bukti bahwa insiden serangan Paris bisa terjadi di Inggris.

Berita terkait