Presiden Nigeria tuduh operator ponsel suburkan Boko Haram

Hak atas foto Getty
Image caption MTN memiliki 231 juta pelanggan di 22 negara yang tersebar di Afrika, Asia, hingga Timur Tengah. Adapun pengguna ponsel di Nigeria adalah pasar terbesarnya.

Operator telepon seluler MTN menyuburkan pemberontakan Boko Haram di Nigeria lantaran tidak memutus koneksi sejumlah kartu sim yang tidak terdaftar secara resmi, kata Presiden Nigeria Muhammadu Buhari.

Buhari meyakini milisi Boko Haram saling mengoordinasikan rangkaian serangan dengan menggunakan kartu sim yang tidak terdaftar.

Nigeria telah berupaya mendesak MTN untuk memutus koneksi kartu-kartu sim tersebut. Bahkan, pada 2015 lalu, perusahaan asal Afrika Selatan itu didenda sebesar us$3,4 miliar atau Rp44,9 triliun karena melampaui tenggat yang ditetapkan untuk memutus koneksi.

“Anda tahu, (kartu-kartu sim) yang tidak terdaftar itu digunakan para teroris dari 2009 sampai sekarang, sedikitnya 10.000 warga Nigeria tewas oleh Boko Haram,” kata Buhari dalam jumpa pers bersama Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma.

Image caption Operator telepon seluler MTN menyuburkan pemberontakan Boko Haram di Nigeria, kata Presiden Nigeria Muhammadu Buhari.

Menurut Buhari, beberapa operator ponsel lainnya telah memastikan semua kartu sim terdaftar pada pertengahan 2015, namun “sayangnya MTN sangat sangat lambat sehingga korban berjatuhan”.

MTN sendiri telah membayar US$250 juta sebagai bagian dari upaya untuk mencapai ‘kesepakatan secara kekeluargaan’.

MTN memiliki 231 juta pelanggan di 22 negara yang tersebar di Afrika, Asia, hingga Timur Tengah. Adapun pengguna ponsel di Nigeria adalah pasar terbesarnya.

Berita terkait