Dua pengungsi Iran di Kamboja memilih pulang

Australia Hak atas foto EPA
Image caption Kebijakan Australia untuk mengirim ke negara lain semua pengungsi yang tiba lewat laut dikritik pegiat.

Dua pengungsi Iran yang dimukimkan ke Kamboja dari pusat penampungan di Australia memilih untuk kembali ke negara asalnya.

Dengan pulangnya suami istri ini, maka tinggal dua orang yang masih berada di Kamboja sebagai bagian rombongan pengungsi yang diterbangkan dari Pulau Nauru dalam kesepakatan bernilai jutaan dollar.

Kebijakan imigrasi Ausralia menetapkan para pengungsi yang tiba dengan perahu atau lewat laut tidak akan diterima di Australia, walaupun mendapat status pencari suaka.

Pasangan suami istri yang pulang ke Iran ini merupakan bagian dari lima pengungsi pertama di Nauru yang tahun lalu setuju untuk dimukimkan di Kamboja.

Hak atas foto Getty
Image caption Tahun lalu, lima pencari suaka yang sempat ditampung di Pulau Nauru dikirim ke Kamboja.

Bulan Oktober lalu, satu pria Rohingya memutuskan pulang ke Myanmar karena mengaku 'rindu kampung halaman' sehingga kini tinggal satu warga Iran dan satu warga Rohingya dari Nauru yang tetap berada di Kamboja.

Seorang politisi oposisi Australia, Richard Marles, pada stasiun TV ABC mengkritik kesepakatan tersebut dengan menyebutnya sebagai 'lelucon yang mahal'.

Pemerintah Australia mencapai kesepakatan dengan Kamboja untuk menerima pencari suaka selama empat tahun dengan nilai diperkirakan mencapai sekitar Rp845 miliar.

Uang ini akan tetap dibayarkan terlepas dari jumlah pengungsi yang bermukim di Kamboja.

Berita terkait