Dua pria bersenjata Palestina ditembak mati oleh Israel

Jerusalem Hak atas foto Reuters
Image caption Kedua pria Palestina dilaporkan melepas tembakan dari dalam mobil sebelum ditembak polisi.

Polisi Israel mengatakan menembak mati dua pria bersenjata di Jerusalem, sehari setelah terbunuhnya wisatawan Amerika Serikat di kota Jaffa.

Beberapa orang lainnya cedera dalam aksi kekerasan bersenjata dan pisau dengan sasaran warga Israel di Tel Aviv dan Jerusalem, Selasa (08/03).

Aksi kekerasan marak bersamaan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Rabu 9 Maret, dan disusul pertemuan dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Ramallah, Tepi Barat.

Usai pertemuan dengan Netanyahu di Jerusalem, Biden mengecam penembakan atas warga AS dan berlanjutnya kekerasan di kawasan ini.

Hak atas foto EPA
Image caption Wapres Joe Biden yang sedang berada di Israel mengecam berlanjutnya kekerasan.

"Kekerasan yang kita lihat kemarin, kegagalan untuk mengecamnya, retorika yang mendorong kekerasan, dan balas dendam yang dihasilkannya, harus dihentikan," jelas Biden.

Penembakan atas dua warga Palestina yang terbaru ini terjadi ketika para penumpang di dalam sebuah bus melihat keduanya melepas tembakan dari dalam mobil di jalanan. Polisi kemudian memburu mereka.

Tidak ada warga lain yang cedera dalam insiden di Jerusalem tersebut.

Maraknya kekerasan di kawasan ini sejak Oktober lalu sudah menewaskan 188 warga Palestina dan 28 Israel.

Pihak berwenang Israel menyatakan sebagian besar warga Palestina yang tewas ditembak karena melakukan serangan.

Berita terkait