Bom mobil di Ankara menewaskan 34 orang

Ankara Hak atas foto AFP

Jumlah korban jiwa akibat serangan bom mobil di ibukota Ankara, Turki, sudah mencapai sediktinya 34 orang dengan 75 lainnya cedera.

Serangan terjadi di kawasan Kizilay, Minggu 13 Maret petang waktu setempat, di dekat stasiun bus utama yang di kawasan komersial Ankara.

Beberapa kenderaan bermotor di dekat tempat kejadian, termasuk satu bus, hangus terbakar.

Perdana Menteri Ahmet Davutoglu dilaporkan segera menggelar pertemuan keamanan darurat.

Hak atas foto Getty
Image caption Para petugas penyelamat mencari korban dalam sebuah bus yang hangus terbakar.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Bagaimanapun seorang petugas keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa temuan awal merujuk pada Partai Pekerja Kurdistan, PKK -yang sudah dilarang pemerintah- atau kelompok yang berkaitan dengannya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan -yang sedang berada di Istanbul- sudah mendapat pengarahan dan dilaporkan akan segera kembali ke Ankara.

Hak atas foto EPA
Image caption Tiga serangan terjadi di Ankara dalam rentang waktu kurang dari enam bulan.

Bulan lalu, sebuah serangan bom atas konvoi militer di Ankara menewaskan 28 orang, dan kelompok militan Kurdi, TAK, mengaku bertanggung jawab atas serangan yang disebut sebagai balas dendam atas kebijakan Presiden Erdogan.

Sebelumnya, pada Oktober 2015, lebih dari 100 orang tewas akibat dua serangan bom bunuh diri dalam aksi unjuk rasa damai di Ankara.

Wartawan BBC di Istanbul, Mark Lowen, melaporkan tiga serangan di ibukota Ankara dalam rentang waktu kurang dari enam bulan memperlihatkan ancaman keamanan serius yang dihadapi Turki saat ini.

Berita terkait