Warga Brasil gelar aksi menuntut mundur Presiden Rousseff

Brasil Hak atas foto Reuters
Image caption Pengunjuk rasa di Sao Pulo membawa boneka dari balon untuk Presiden Rousseff dan mantan Presiden Lula.

Aksi unjuk rasa besar yang damai berlangsung di beberapa kota di Brasil untuk menuntut pengunduran diri Presiden Dilma Rousseff.

Para pengunjuk rasa, yang mengenakan kostum sepak bola tim nasional, mengibarkan bendera Brasil, Minggu 13 Maret waktu setempat.

Di Sao Paulo, boneka balon besar Presiden Rousseff dan pendahulunya, Luiz Inacio Lula da Silva, diarak selama beberapa jam. Beberapa pengujuk rasa juga membawa poster bertuliskan 'Dilma ke luar' maupun 'Hentikan Korupsi'.

Hak atas foto Getty
Image caption Unjuk rasa besar berlangsung damai di beberapa kota di Brasil.

Kubu oposisi menuduh Rousseff tidak mampu mengelola ekonomi dan terlibat dalam skandal korupsi besar, yang juga membawa Lula da Silva. Tuduhan yang dibantah keduanya.

Unjuk rasa berlangsung menjelang pengumuman Mahkamah Agung untuk menerima proses penuntutan mundur Presien Rousseff atau tidak, yang diajukan oleh lawan politiknya di Kongres.

Hak atas foto AP
Image caption Presiden Rousseff juga dituding tidak mampu mengelola ekonomi dengan baik.

Bagaimanapun Presiden Rousseff mengatakan tidak akan mengundurkan diri walau para pengkritiknya berpendapat banyaknya warga yang turun dalam aksi protes bisa mengarah pada penuntutan mundurnya di Kongres.

Tidak ada perkiraan resmi tentang jumlah pengunjuk rasa namun beberapa laporan mengatakan mencapai lebih dari satu juta orang.

Kejaksaan Brasil sudah mendaftarkan gugatan kasus dugaan korupsi atas mantan presiden, Lula da Silva, terkait dengan kepemilikan apartemen mewah di kawasan wisata ekslusif di Guaruja.

Berita terkait