Serangan militan di Pantai Gading tewaskan 16 orang

serangan Pantai Gading Hak atas foto Reuters
Image caption Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) mengaku sebagai pelaku serangan.

Kaum militan terkait Al-Qaida membunuh sedikitnya 16 orang dalam serangan bersenjata di sebuah resor pantai di selatan Pantai Gading.

Para penyerang melepaskan tembakan kepada para pengunjung pantai di Grand Bassam, sekitar 40 kilometer dari ibukota Abidjan.

Pantai ini ramai dikunjungi baik oleh penduduk setempat maupun orang asing.

Empat dari yang tewas adalah orang Barat, termasuk Prancis dan seorang warga Jerman, kata para pejabat.

Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) mengaku sebagai pelaku serangan.

Para pejabat mengatakan, "orang-orang bersenjata telah 'dilumpuhkan.'"

Pantai Gading dulunya salah satu negara paling stabil di Afrika Barat.

Namun, perang saudara pecah pada tahun 2002, antara wilayah utara yang mayoritas Muslim dengan wilayah selatan yang sebagian besar Kristen.

Kekerasan-kekerasan baru sesekali meletus kendati telah dicapai kesepakatan damai.

Hak atas foto Reuters
Image caption "Orang-orang bersenjata berat mengenakan balaclava" melepaskan tembakan ke hotel L'Etoile du Sud, yang penuh ekspatriat, kata saksi.

Seorang saksi serangan hari Minggu itu mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa "orang-orang bersenjata berat mengenakan penutup wajah balaclava" melepaskan tembakan ke hotel L'Etoile du Sud, yang penuh ekspatriat.

Sejauh ini, di antara yang tewas diidentifikasi sebagai empat belas warga sipil dan dua tentara, kata para pejabat.

Menteri Dalam Negeri Hamed Bakayoko mengatakan empat warga sipil yang tewas adalah orang Barat, antara lain seorang Prancis dan seorang Jerman.

Tidak disebutkan kebangsaan dari 12 korban lain.m

Presiden Prancis Francois Hollande mengutuk pristiwa itu sebagai "serangan pengecut."

Sebelumnya, kelompok Al Gaida di Maghreb Islam AQIM mengklaim serangan mematikan di hotel mewah di Mali pada bulan November dan Burkina Faso di bulan Januari.

Kelompok yang muncul dari perang saudara Aljazair pada 1990 itu telah memperluas jangkauannya ke seluruh wilayah Sahel di selatan Sahara.

Berita terkait