Uni Eropa sepakat menempatkan migran di Turki

Hak atas foto Getty
Image caption Kesepakatan itu menyebutkan apabila ada migran tiba ke Yunani nantinya akan dikembalikan ke wilayah Turki.

Para pemimpin Uni Eropa telah bersepakat untuk menempatkan para migran di Turki sebagai upaya menyelesaikan krisis migran, kata Perdana menteri Luksemburg.

PM Luksemburg Xavier Bettel mengatakan, sikap Uni Eropa itu akan disampaikan kepada PM Turki Ahmet Davutoglu, pada Jumat pagi.

Kesepakatan itu menyebutkan apabila ada migran tiba ke Yunani nantinya akan dikembalikan ke wilayah Turki.

Sebagai imbalannya, Uni Eropa kemungkinan akan menawarkan bantuan keuangan kepada Turki serta akses bebas visa ke negara-negara dengan paspor Schengen.

Sementara, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Turki harus memenuhi standar internasional dalam melindungi semua migran, demikian laporan Kantor berita Reuters.

Dia menambahkan Uni Eropa harus siap untuk memulai mengembalikan para migran dari wilayah Yunani ke Turki secara cepat untuk menghindari "faktor penarik" kehadiran gelombang migran berikutnya.

Tetapi, Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite memperingatkan bahwa rencana mengembalikan para pengungsi ke Turki sulit untuk melaksanakan.

Image caption Sejak Januari 2015, sekitar satu juta migran dan pengungsi telah memasuki Uni Eropa dengan menaiki kapal dari Turki ke Yunani. Lebih dari 132.000 telah tiba pada tahun ini.

Davutoglu mengatakan dia tidak akan bisa menerima Turki bakal menjadi "penjara terbuka" bagi para migran.

Adapun Presiden Prancis Francois Hollande memperingatkan bahwa "saya tidak bisa menjamin semua akan senang" untuk mencari solusi masalah migran.

Sejak Januari 2015, sekitar satu juta migran dan pengungsi telah memasuki Uni Eropa dengan menaiki kapal dari Turki ke Yunani. Lebih dari 132.000 telah tiba pada tahun ini.

Puluhan ribu migran kini tengah terjebak di Yunani sebagai rute mereka telah diblokir oleh otoritas negara itu.

Berita terkait