Politikus sayap kanan Prancis didenda terkait komentar Holokos

le pen Hak atas foto AFP Getty
Image caption Le Pen pernah dituduh memicu kebencian karena membandingkan Muslim Prancis dengan Nazi.

Mantan pemimpin partai politik sayap kanan-jauh Prancis, Jean-Marie Le Pen, didenda US$34.000 atau Rp450 juta karena menyebut kamar gas Nazi hanyalah 'rincian' Perang Dunia II.

Dia dihukum karena mempertanyakan kasus kejahatan terhadap kemanusiaan.

Mantan pimpinan Partai Front Nasional itu dihukum atas kejahatan yang sama pada tahun 2012 setelah mengatakan pendudukan Nazi atas Prancis 'tidaklah terlalu tidak berperikemanusiaan'.

Prancis menerapkan hukum ketat terkait penyangkalan Holokos.

Le Pen mengatakan kepada wartawan bahwa pernyataannya, "berkaitan dengan pemikiran saya bahwa kamar gas adalah rincian sejarah perang".

Ketika ditanyakan apakah 'jutaan orang yang tewas' dapat dipandang sebagai 'rincian', Le Pen mengatakan: "Bukannya satu juta orang tewas, ini tentang kamar gas. Saya membicarakan hal khusus."

"Saya tidak membicarakan jumlah orang tewas. Saya membicarakan sistem. Saya mengatakan ini adalah rincian sejarah perang," tambahnya.

Tahun 2015, Le Pen dibebaskan dari tuduhan memicu kebencian setelah membandingkan Muslim Prancis dengan Nazi yang menduduki Prancis saat Perang Dunia II.

Berita terkait