Pimpinan partai yang berkuasa Korea Selatan mundur

Korea Selatan Hak atas foto Reuters
Image caption Petugas komite pemilu Korea Selatan membawa kotak suara.

Partai yang berkuasa di Korea Selatan kalah secara mengejutkan dalam pemilihan parlemen yang dilangsungkan Rabu (13/04).

Partai Saenuri yang mengusung Presiden Park Geun-Hye meraih 122 suara, sementara partai opsisi Partai Minjoo mendapatkan 123 suara, dari total 300 suara di parlemen.

Menyusul kekalahan ini, ketua Partai Saenuri Kim Moo-sung menyatakan pengunduran dirinya.

Menurut kantor berita Yonhap, Kim menyatakan "bertanggung jawab untuk kekalahan yang terjadi di pemilihan umum."

Hasil ini akan menghalangi prospek Presiden Geun-hye untuk mempertahankan posisinya sebagai presiden tahun depan.

Kritik

Menurut para pengamat, kekalahan Partai Saenuri yang konservatif ini disebabkan oleh friksi internal partai dan perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi yang membuat kredibilitas pemerintah jatuh.

Hak atas foto EPA
Image caption Juru bicara Partai Saenuri Ahn Hyung-Hwan saat mengakui kekalahan partainya dalam pemilu.

Kebijakan ekonomi Presiden Park selama ini dikritik, terutama karena menyebabkan peningkatan pengangguran, menurunnya ekspor dan tingginya utang perorangan di Korea Selatan.

Selain kedua partai tersebut, partai lain meraih suara cukup signifikan dalam pemilu, Partai Rakyat meraih 38 kursi dan Partai Keadilan meraih enam kursi.

"Partai Saenuri dengan rendah hati menerima hasil pemilu dan pilihan rakyat," kata juru bicara partai Ahn Hyung-Hwan.

Para pemilih memberi suara di 14ribu bilik suara untuk memilih 253 dari 300 anggota parlemen.

Sebanyak 47 kursi sisa akan dialokasikan kepada partai sesuai proporsi suara pemilih secara keseluruhan.

Berita terkait