Lelucon capres Filipina tentang pemerkosaan dikecam

Rodrigo Duterte Hak atas foto AFP
Image caption Rodrigo Duterte bukan pertama kali melempar komtentar kontroversial.

Video yang merekam lelucon calon presiden Filipina, Rodrigo Duterte, terkait seorang warga Australia korban pemerkosaan yang dibunuh, memicu kecaman.

Rekaman itu memperlihatkan Duterte dan pendukungnya bercanda tentang kekerasan yang dilakukan oleh penghuni penjara tahun 1989 lalu ketika Duterte menjabat walikota.

Dia mengatakan misionaris perempuan itu amat cantik sehingga 'walikota seharusnya yang melakukan pertama kali'.

Para pengkritik mengatakan komentar itu memperlihatkan Duterte -yang berdasarkan jajak pendapat berada dalam posisi unggul- tidak 'layak' menjadi -presiden.

Namun para pendukungnya menepis pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa komentar itu merupakan lelucon semata.

Hak atas foto EPA
Image caption Duterte juga sering memamerkan 'kehidupan seksualnya'.

Duterte terkenal dengan pidato-pidatonya yang 'tidak sopan' dan memamerkan 'kehidupan seksnya'.

Disebut 'maniak sinting'

Komentar yang dimuat di YouTube ini merupakan yang terbaru dari rangkaian komentarnya yang memicu kecaman, antara lain usulan eksekusi massal atas para kriminal.

Dalam rekaman video, Duterte merujuk pada seorang misionaris yang diperkosa dan dibunuh ketika sedang memberi pelayanan agama di kota Davao, Filipina selatan.

Juru bicara Presiden Benigno Aquino mengatakan komentar itu mencerminkan Duterte 'kurang layak menjadi presiden' dan 'tidak menghormati perempuan'.

Sementara calon presiden lainnya, Wakil Presiden Jejomar Binay, mengatakan komentar Duterte 'menjijikkan'

"Anda adalah seorang maniak sinting yang tidak menghormati perempuan dan tidak layak menjadi presiden," seperti tertulis dalam pernyataanya.

Kelompok pegiat hak asasi, HRW, mengatakan komentar itu sebagai 'dukungan atas kekerasan seksual' yang membuat Duterte seharusnya dikecam total.

Berita terkait