Presiden Joko Widodo: 'Keep calm, invest in Indonesia'

Presiden Joko Widodo
Image caption Presiden Joko Widodo mengungkapkan sejumlah kemudahan dalam investasi di Indonesia termasuk dengan one stop shop.

Presiden Joko Widodo mengundang para investor di Inggris untuk terus melakukan investasi di Indonesia di tengah penandatanganan kerjasama perusahaan Indonesia dan Inggris senilai US$19 miliar atau sekitar Rp360 triliun.

Dalam pidato di Forum Bisnis, Presiden Jokowi mengundang para pebisnis dengan mengatakan, "Keep calm, invest in Indonesia," karena berbagai kemudahan yang telah diterapkan termasuk dengan menerapkan izin melalui one shop stop.

'Keep Calm' itu merujuk pada tulisan-tulisan di cendera mata yang terkait dengan Ratu Elizabeth yang amat populer dan sering juga digunakan orang Inggris dalam pembicaraan sehari-hari.

Keempat belas perusahaan itu termasuk April Group dengan Roxcel terkait pengiriman kertas dengan tambahan sekitar US$15 juta dolar, dan perusahaan telekomunikasi Lyca Mobile dengan Nuansa Group, maupun PLN dengan perusahaan energi Vogt Solar.

Penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, dan Kepala BKPM, Franky Sibarani.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan perjanjian dalam jumlah besar ini merupakan salah satu hasil dari sejumlah reformasi yang dilakukan terkait pemberian izin untuk investor asing.

Image caption Menteri Perdagangan Tom Lembong dan Kepala BKPM Franky Sibarani menyaksikan penandatangan kerjasama.

Sejumlah hal yang dilakukan dalam dua tahun terakhir termasuk menyediakan layanan, one stop shop, untuk perizinan dengan durasi pemberian izin selama tiga jam melalui onlline.

"Dalam satu bulan pada 2015, BPKM mengeluarkan izin dalam satu bulan sebanyak 1.400 dengan one stop service yang melibatkan 22 kementerian dan lembaga... Januari sampai Maret tahun ini, BKPM mengeluarkan 2.300 izin per buan. Itu artinya one shop stop efektif," kata Franky kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Izin dalam tiga jam

Image caption Penandatangan kesepakatan 14 perusahaan Inggris dan Indonesia.

Jasa one shop stop dikeluarkan sejak Desember 2014 sementara mengeluarkan izin dengan durasi tiga jam diterapkan sejak Januari lalu.

"Jasa tiga jam ini, dari Januari 2016 sampai saat ini, terdapat sekitar 40 perusahaan yang menggunakan kesempatan itu," tambah Franky, dengan 11 negara yang mendaftar termasuk dari Cina, Jepang, Korea, Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah.

"Walaupun kecenderungan perekonomian dunia lemah, investasi meningkat, dan itu artinya, investor percaya dengan Indonesia, dan kehadiran kami di sini adalah untuk meyakinkan investor, rasakan reformasinya."

Salah seorang yang hadir dalam Forum Bisnis, Andy Thudge dari BT Marine Proppeler yang telah memilki pabrik baling-baling kapal di Pulau Bintan Sumatra mengatakan proses investasi di Indonesia sangat lambat, namun ia berharap dengan langkah baru ini akan lebih cepat.

"Indonesia adalah pasar terbesar kami, dan kami akan pindahkan produksi ke Indonesia. Prosesnya (pemberian izin) seharusnya dibuat lebih mudah. Sulit sekali sebelumnya, dengan cara Indonesia. Saya harap akan lebih mudah untuk ke depannya," kata Thudge.

Berita terkait