Presiden Jokowi ingin Inggris tak keluar dari Uni Eropa

Joko Widodo Hak atas foto Getty
Image caption Presiden Joko Widodo diterima oleh Presiden Uni Eropa, Jean-Claude Juncker.

Indonesia berharap masyarakat Inggris akan tetap mendukung pemerintah di London menjadi anggota Uni Eropa.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan di Brussels, Belgia, hari Kamis (21/04), untuk membahas kemungkinan dicapainya perjanjian kemitraan ekonomi menyeleruh (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa.

Lawatan Presiden Jokowi di Brussels ini juga dimaksudkan untuk memperkuat hubungan perdagangan Indoneaia-Uni Eropa.

"CEPA akan memperkuat ekonomi Indonesia dan negara-negara yang menjadi anggota Uni Eropa. Uni Eropa yang kuat akan memberi kemanfaatan yang besar bagi Indonesia," kata Presiden Jokowi.

"Dalam konteks ini, saya berharap Inggris akan tetap menjadi bagian Uni Eropa," kata Jokowi.

Referendum tentang masa depan keanggotaan Inggris di Uni Eropa akan digelar pada akhir Juni.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, menggelar referendum pada tanggal 23 Juni mendatang sebagai bagian dari upaya Inggris untuk merundingkan syarat-syarat baru menjadi anggota Uni Eropa.

Dari Belgia -setelah berkunjung ke Jerman dan Inggris- Presiden akan meneruskan lawatannya ke Belanda.

Berita terkait