Upaya 'menggulingkan' presiden Venezuela gagal

Nicolas Maduro Hak atas foto AP
Image caption Oposisi mencoba berbagai cara untuk menggulingkan Maduro, termasuk reformasi konstitusi dan referendum.

Mahkamah Agung Venezuela menolak amandemen konstitusi yang diusulkan untuk memangkas masa jabatan presiden Nicolas Maduro dari enam tahun menjadi empat tahun.

Mahkamah memutuskan bahwa amandemen tidak bisa berlaku surut untuk masa jabatan presiden Maduro saat ini.

Perubahan tersebut diusulkan oleh oposisi, yang memenangkan mayoritas legislatif tahun lalu.

Partai oposisi mencoba berbagai cara untuk menggulingkan Maduro, termasuk reformasi konstitusi dan referendum.

Dalam pertimbangannya, Mahkamah Agung memutuskan bahwa amandemen yang diusulkan itu tidak inkonstitusional, tetapi tidak bisa berlaku surut.

Maduro, 53, menggantikan Hugo Chavez tahun 2013 tapi popularitasnya trus menurun seiring resesi yang dihadapi negeri itu.

Hak atas foto EPA
Image caption Andai Maduro kalah dalam referendum, dilakukan pemilihan presiden yang baru, namun jika turun di masa dua tahun terakhir kekuasaannya, ia akan digantikan oleh wakilnya.

Dalam perundangan Venezuela, presiden bisa dihentikan setelah menjalani setengah masa jabatannya melalui referendum. Hari Selasa (26/4) Maduro persis memasuki setengah dari enam tahun masa jabatannya.

Andai Maduro kalah dalam referendum, bisa dilakukan pemilihan presiden yang baru, namun jika ia turun di masa dua tahun terakhir kekuasaannya, ia akan digantikan oleh wakilnya, Aristobulo Isturiz.

"Penyelenggaraan referendum harus tahun ini. Jika tidak tahun ini, tak ada gunanya," kata pemimpin oposisi Henrique Capriles.

Berita terkait