Pertemuan puncak Afrika untuk menyelamatkan gajah

Gading Hak atas foto AFP
Image caption Usai pertemuan, sekitar 105 ton gading sitaan akan dibakar.

Para pemimpin Afrika bertemu di Kenya untuk membahas upaya menyelamatkan gajah dari kepunahan.

Pertemuan puncak Afrika yang pertama kalinya untuk membahas gajah ini diberi nama Giants Club atau klub raksasa dengan pimpinan oleh Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta

Selain para kepala negara, pertemuan juga dihadiri oleh kelompok pegiat lingkungan, ilmuwan, dan para pengusaha.

Para ahli memperkirakan populasi gajah Afrika menurun sampai 90% selama satu abad dan memperingatkan ancaman kepunahan dalam beberapa dekade.

Usai pertemuan, Sabtu 30 April, Presiden Kenyatta akan memimpin pembakaran semua gading sitaan seberat 105 ton yang setara dengan gading dari 6.700 ekor gajah.

Image caption Taman Nasional Garamba, salah satu kawasan gajah yang dilindungi.

Gading sitaan tersebut sudah dimasukkan ke dalam beberapa tungku yang akan dinyalakan oleh para pemimpin yang hadir di pertemuan. Sekitar 1,35 ton cula badak sitaan juga akan ikut dibakar.

Perkiraan nilai jual dari gading dan cula yang disita itu mencapai sekitar US$180 juta atau sekitar Rp2,3 triliun.

Image caption Benua Afrika merupakan rumah bagi 450.000 hingga 500.000 gajah.

"Kami tidak percaya ada nilai hakiki dari gading dan karena itu kami akan membakar semuanya untuk memperlihatkan keapda dunia bahwa gading hanya bernilai pada gajah," jelas Kitli Mbathi, Dirjen Dinas Satwa Liar Kenya.

Benua Afrika merupakan rumah bagi 450.000 hingga 500.000 gajah namun lebih dari 30.000 ekor dibunuh setiap tahunnya untuk diambil gadingnya.

Berita terkait