UNHCR serukan lebih banyak negara terima pengungsi

Pengungsi Rohingya Hak atas foto AP
Image caption Pengungsi Rohingya mengungsi ke sejumlah negara untuk melarikan diri dari penindasan dan kemiskinan di Myanmar.

Komisioner Badan Pengungsi PBB (UNHCR), Filippo Grandi, menekankan perlunya tindakan lebih berani untuk membantu meningkatkan jumlah pengungsi yang dimukimkan di negara lain.

Langkah tersebut, kata Grandi, sangat diperlukan sebab jumlah pengungsi di seluruh dunia sudah mencapai 20 juta orang, tetapi tahun lalu jumlah mereka yang dimukimkan kembali di negara lain tak sampai 1%.

Ditambahkannya bahwa beban untuk mengurus pengungsi sejauh ini ditanggung oleh 'beberapa negara yang menampung ratusan ribu pengungsi.

"Biasanya negara-negara yang berada di dekat medan perang, di dekat wilayah konflik, dan beberapa donatur yang jumlahnya tujuh atau delapan menyumbang dana 80%-90%," kata Gandi dalam wawancara dengan BBC.

Menurutnya, krisis pengungsi tak bisa diatasi dengan sekedar menutup perbatasan negara-negara dan mengusir pengungsi serta migran dengan alasan mobilitas penduduk sekarang jauh lebih besar dibandingkan pengontrolan seperti itu.

Hak atas foto Reuters
Image caption Perpindahan penduduk dikatakan lebih kuat dibandingkan pengontrolan terhadap mobilitas mereka.
Hak atas foto Reuters
Image caption Angelina Jolie mengunjungi salah satu kamp pengungsi di Lebanon beberapa waktu lalu.

Filippo Grandi memberikan wawancara kepada BBC dalam rangka acara BBC, World On The Move pada Senin (16/05), yang dikhususkan untuk membahas berbagai persoalan migrasi dan dampaknya di seluruh dunia.

Acara BBC tersebut juga dihadiri oleh utusan khusus UNHCR, Angelina Jolie-Pitt, dan mantan Kepala Badan Intelijen Inggris, Sir Richard Dearlove.

Berita terkait