Mengapa sekarang Donald Trump mengungguli Hillary Clinton?

Hillary Clinton dan Donald Trump Hak atas foto EPA AFP
Image caption Donald Trump mengungguli Hillary Clinton dalam jajak pendapat nasional oleh RealClearPolitics.

Untuk pertama kalinya bakal capres Republik, Donald Trump, mengungguli Hillary Clinton, salah satu bakal capres Demokrat.

Keunggulan Trump -yang hampir dapat dipastikan akan dicalonkan oleh Republik dalam pemilihan presiden- terungkap dalam jajak pendapat nasional yang dilakukan RealClearPolitics.

Apa yang terjadi dan mengapa sekarang Trump bisa unggul atas Clinton?

Dukungan Republik makin besar

Trump pernah ditolak, yang ditandai dengan gerakan #NeverTrump tapi dukungan terhadap pengusaha ini makin lama kian besar.

Survei yang digelar Washington Post memperlihatkan 85% pendukung Republik akan memilih Trump. Survei oleh New York Times juga menunjukkan hasil yang kurang lebih sama.

Hak atas foto Reuters
Image caption Dukungan terhadap Trump tampaknya makin lama kian besar.

Artinya, tengah terjadi pergeseran di Republik yang menguntungkan Trump.

Trump pernah mendukung pelarangan senjata laras panjang namun pekan lalu ia resmi didukung dan mendapat sambutan yang sangat meriah dari National Rifle Association, organisasi nirlaba di Amerika yang mendorong hak-hak kepemilikan senjata.

Faktor Bernie Sanders

Jajak oleh Economist/YouGov belum lama ini menunjukkan di kalangan pendukung Sanders, 55% akan memilih Clinton, 15% memilih Trump, dan sisanya menyatakan tidak tahu.

Hak atas foto AP
Image caption Di kalangan perempuan keunggulan Clinton terhadap Trump adalah 52% dibandingkan 38%.

Ini bukan mengejutkan karena 61% pendukung Sanders tak melihat Clinton sebagai kandidat yang pas dan 71% mengatakan Clinton 'tidak jujur dan tidak bisa dipercaya'.

Para pendukung Sanders juga mengatakan bahwa Sanders harus melanjutkan upaya untuk menjadi capres Demokrat, dengan mengutip hasil survei yang memperlihatkan Sanders jauh mengungguli Trump dengan persentase 48% dibandingkan 39%.

Sementara itu perbandingan Clinton-Trump adalah 42% dibandingkan 40%.

Debat tentang hasil jajak Sanders-Trump dan Clinton-Trump ini, bila terus berkepanjangan, diperkirakan akan mempengaruhi popularitas dan elektabilitas Clinton.

Sebaran demografi

Kelompok-kelompok minoritas dan perempuan sangat mendukung Clinton, tapi di sisi lain kulit putih dan kaum pria mendukung Trump.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Bernie Sanders masih terus bertarung di Partai Demokrat.

Menurut jajak pendapat Washington Post, 57% orang-orang kulit putih mendukung Trump sementara dukungan nonputih bagi Clinton sekitar 69%.

Di kalangan perempuan keunggulan Clinton terhadap Trump adalah 52% dibandingkan 38%.

Sementara di antara orang-orang kulit putih yang tak memiliki gelar perguruan tinggi, 65% mendukung Trump sementara dukungan bagi Clinton 25%.

Pemungutan suara masih beberapa bulan lagi dan bisa terjadi perkembangan besar yang mempengaruhi popularitas atau derajat keterpilihan Clinton dan Trump.

Untuk saat ini, kesimpulan yang bisa ditarik adalah persaingan Clinton dan Trump makin ketat.

Berita terkait