Jumlah korban meninggal dunia di kapal migran diduga bertambah

Hak atas foto EPA
Image caption Kapal pengangkut terjungkal di Laut Mediterania, Rabu (25/05).

Jumlah korban meninggal dunia akibat terbaliknya sebuah kapal kayu pengangkut migran di Laut Mediterania diperkirakan lebih tinggi dari yang pertama kali dilaporkan. Aparat Uni Eropa menduga sedikitnya 30 orang telah tewas.

“Kami mengestimasi jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 20 hingga 30 orang,” kata Antonello de Renzis Sonnino, juru bicara operasi EU Navfor Med yang bertugas memerangi penyelundup manusia di kawasan Laut Mediterania kepada kantor berita AFP.

Hak atas foto Reuters
Image caption Angkatan Laut Italia menyelamatkan 562 orang dari insiden tersebut, namun puluhan lainnya diduga tenggelam.

Sebuah kapal pengangkut migran terbalik di Laut Mediterania, pada Rabu (25/05). Angkatan Laut Italia merekam kejadian itu dan menyelamatkan 562 orang. Saat itu, korban meninggal dunia dilaporkan mencapai lima orang.

Namun jumlah tersebut diyakini tidak akurat setelah para migran dibawa ke Porto Empedocle, Pulau Sisilia, Italia, dan diwawancarai petugas Organisasi Migrasi Internasional (IOM).

“Para korban selamat yang berbicara kepada tim kami ketika mereka mendarat di Porto Empedocle mengaku ada 100 orang hilang karena tersangkut di badan kapal,” kata juru bicara IOM, Flavio Di Giacomo, kepada AFP.

Adapun 562 migran yang selamat, menurut Giacomo, sebagian besar merupakan warga Maroko. Ada pula orang-orang Tunisia dan dua keluarga asal Suriah.

Kepada BBC, Giacomo mengatakan hasil wawancara dengan staf IOM menunjukkan bahwa mereka tinggal di Libia dan berupaya pergi dari negara tersebut karena kondisinya kian berbahaya.

Hampir sebanyak 6.000 migran berupaya mencapai daratan Eropa secara ilegal beberapa hari terakhir. Mereka diselamatkan dari kapal-kapal reyot yang mengapung di Laut Mediterania.

Sejumlah lembaga kemanusiaan mengatakan jalur laut antara Libia dan Italia menjadi rute utama bagi para migran sejak Uni Eropa menandatangani kesepakatan dengan Turki untuk mengurangi jumlah migran ke Yunani.

Berita terkait