Biksu di Thailand ditahan karena 'selundupkan harimau'

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Pihak berwenang Thailand menyatakan telah menahan seorang biksu yang mencoba menyelundupkan kulit can cakar harimau dan dari sebuah kuil Buddha.

Pengelola kuil Wat Pha Luang Ta Bua yang dikenal dengan sebutan "Kuil Harimau" dituduh memperdagangkan hewan secara ilegal.

Mereka membantah tuduhan tersebut.

Hak atas foto AP
Image caption Kulit harimau ilegal ini ditemukan di kuil yang dijuluki sebagai "kuil harimau".

Hari Rabu (01/06) petugas menemukan 40 bayi harimau di kompleks kuil tersebut, tersimpan di dalam lemari pembeku.

Di dalam kompleks kuil itu juga ditemukan bagian tubuh hewan-hewan lain.

Penemuan ini dihasilkan berkat upaya keras memindahkan 137 ekor harimau dari kawasan wisata di Kanchanaburi.

Didakwa

Benda yang disita adalah dua kulit harimau, 700 jimat yang terbuat dari bagian tubuh harimau dan 10 taring harimau.

"Penyitaan ini menunjukkan kuil ini mungkin memperdagangkan harimau secara ilegal," kata Teunchai Noochdumrong, direktur Wildlife Conservation Office kepada BBC.

Hak atas foto Reuters
Image caption Bayi harimau yang ditemukan di dalam lemari pembeku.

Pihak berwenang menyatakan akan mengenakan dakwaan terhadap kuil tersebut.

Komplek itu merupakan atraksi yang mendatangkan banyak wisatawan yang bisa berfoto bersama dengan hewan liar dengan membayar.

Kini tempat itu ditutup sejak terjadinya razia.

Berita terkait