Pengkhotbah anti-gay terkait penembakan Orlando, tinggalkan Australia

Farrokh Sekaleshfar Hak atas foto YOUTUBE
Image caption Tokoh Syiah Sheik Farrokh Sekaleshfar mengajar di sekitar Orlando, Florida pada April lalu dan pernyataannya telah dikutip secara luas menyusul pembunuhan terhadap puluhan orang orang di kelab malam gay, pada Minggu lalu.

Seorang pengkhotbah Islamis kelahiran Inggris Sheik Farrokh Sekaleshfar yang mengatakan homoseksual harus dihukum mati, telah meninggalkan Australia.

Dalam ceramah yang disampaikan Syiah Farrokh Sekaleshfar di sekitar Orlando, Florida pada April lalu dan pernyataannya telah dikutip secara luas menyusul pembunuhan terhadap puluhan orang orang di kelab malam gay, pada Minggu lalu.

Dia berkunjung ke Australia sebagai tamu di Imam Husain Islamic Centre, Sydney.

Laporan media pada Rabu lalu, menyebutkan Sheik Sekaleshfar meninggalkan Australia setelah Perdana Menteri Malcolm Turnbull memerintahkan untuk mengkaji visanya.

Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton mengatakan telah mencabut visa Sheik Sekaleshfar dan akan sangat sulit, dia untuk kembali ke negara ini.

Tetapi Dutton membela departemennya dari gugatan pihak yang menyebutkan seharusnya tidak mengeluarkan visa untuk sheik.

"Sangat sulit bagi departemen untuk melihat unggahan di Facebook atau media sosial dari berjuta-juta orang setiap tahun yang mengajukan visa," kata Dutton kepada Sky News.

'Tidak perlu malu'

Sheik Sekaleshfar lahir di Manchester, Inggris dan belakangan ini tinggal di Iran.

Pada April lalu dia menyampaikan pesan dalam sebuah khotbah dengan tema "Bagaimana menghadapi fenomena homoseksualitas" di Husseini Islamic Center Sanford, Florida.

Tidak ada bukti bahwa Omar Mateen, yang menewaskan 49 orang di kelab malam di Orlando,hadir dalam acara tersebut.

Dalam kajian itu, yang sebagian rekamannya tersebar secara online, imam ini mengatakan bahwa hukuman mati dibenarkan bagi homoseksual di dalam masyarakat yang menerapkan hukum Islam.

"Kematian adalah hukumannya. Tidak perlu malu. Kematiaan adalah hukuman," kata dia dalam pernyataan yang disampaikan di University Michigan 2013.

Dia mengatakan kepada koran Australia Daily Telegraph bahwa komentarnya telah dikutip di luar konteks dan mengatakan dia tidak percaya kata-katanya dapat menginspirasi serangan Mateen ke kelab malam.

Sheik Sekaleshfar mengatakan Mateen merupakan pengikut kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam, yang mengikuti doktrin Wahabi dari Islam Sunni dan telah "membunuh homoseksual dengan cara yang salah selama bertahun-tahun," sedangkan dia sendiri seorang syiah.

"Aksi barbar ini di luar definisi kemanusiaan," jelas dia kepada koran tersebut.

Berita terkait