Komisi gender Afrika Selatan memutuskan 'beasiswa bagi perawan' tak sesuai hukum

Hak atas foto AFP
Image caption Uji keperawanan asalnya tidak dilakukan oleh kota atau universitas, tapi melalui tes yang digelar sebagai bagian dari upacara tahunan raja Zulu.

Sebuah badan resmi di Afrika Selatan memutuskan bahwa beasiswa universitas yang diberikan pada perempuan yang terbukti perawan 'tak sesuai hukum dan harus dihapus'.

Pemerintahan kabupaten Uthukela di provinsi KwaZulu-Natal meluncurkan beasiswa tersebut untuk mengurangi penyebaran AIDS dan kehamilan di bawah umur.

Namun Komisi Persamaan Gender menyatakan bahwa beasiswa tersebut "yang bergantung pada keperawanan pelajar perempuan adalah hal yang diskriminatif".

Skema beasiswa tersebut memicu kemarahan saat diungkap awal tahun ini.

Dalam putusannya, komisi mengatakan, "(Beasiswa ini) melanggar etos konstitusional yang berhubungan dengan martabat, persamaan dan diskriminasi. Keperawanan bukan menjadi bagian intrinsik dari tugas belajar."

Pemerintah di kabupaten, yang merupakan bagian konservatif di Afrika Selatan, belum berkomentar.

Komisi memberi waktu 60 hari bagi pemerintah agar menanggapi rekomendasi menutup skema beasiswa tersebut, menurut AFP.

Image caption Program beasiswa bagi perawan ini awalnya diluncurkan untuk mengurangi penyebaran AIDS dan kehamilan di bawah umur.

Sekitar 6,3 juta orang di Afrika Selatan positif HIV, dan lebih dari 1 dari 10 orang hidup dengan virus tersebut.

Kehamilan remaja juga meningkat di Afrika Selatan.

Pada 2013, survey resmi pemerintah menemukan bahwa kehamilan remaja naik menjadi 100.000 dari 68.000 dua tahun sebelumnya.

Saat program beasiswa tersebut diumumkan, kepala daerah Uthukela, Dudu Mazibuko mengatakan bahwa uji keperawanan tak akan dilakukan oleh pemerintah kota atau universitas.

Namun, anak perempuan yang sudah menjalani tes keperawanan sebagai bagian dari upacara tahunan yang digelar oleh raja Zulu bisa mendapat beasiswa tersebut, katanya.

Berita terkait