MSF: Sejumlah besar pengungsi Boko Haram di Nigeria mati kelaparan

Hak atas foto AFP
Image caption Pasukan Boko Haram kerap menyerang perkampungan di Nigeria, membuat penduduk meninggalkan rumahnya

Sekitar 200 pengungsi yang melarikan diri dari kaum militan Boko Haram mati kelaparan sejak sebulan terakhir di Bama, Nigeria, menurut Dokter Lintas Batas (MSF).

Darurat bencana kemanusiaan ini terungkap saat organisasi medis ini mengunjungi sebuah kamp berisi 24.000 pengungsi.

MSF berkata banyak dari mereka yang mengalami trauma dan satu di antara lima anak-anak menderita malnutrisi akut.

Pemberontakan kelompok radikal tersebut selama tujuh tahun terakhir telah menewaskan 20.000 orang dan lebih dari 2 juta orang kehilangan rumah mereka.

Militer Nigeria telah melancarkan serangan dalam skala besar terhadap kelompok tersebut namun Boko Haram masih menyerang perkampungan di daerah timur laut, menghancurkan rumah-rumah dan membakari sumur-sumur.

Berdasarkan sebuah pernyataan MSF, di Bama setiap hari terlihat kuburan-kuburan baru.

Sekitar 30 orang meninggal setiap hari akibat kelaparan atau sakit.

Meski area tersebut tidak aman untuk dimasuki, MSF berkata salah satu timnya telah mencapai Bama Selasa (21/6) lalu.

Tim tersebut masuk bersama konvoi militer dari kota Maiduguri di negara bagian Borno.

“Ini pertama kalinya MSF dapat mengakses Bama, namun kami sudah mengetahui bahwa kebutuhan pengungsi di sana jauh melampaui titik kritis,” kata Ghada Hatim, kepala misi MSF di Nigeria.

“Kami merawat anak-anak kurang gizi di fasilitas medis di Maiduguri dan muka para pasien kami memancarkan trauma yang mereka alami dan kengerian yang mereka lewati,” katanya.

Berita terkait