Korban bom bunuh diri di Istanbul terus bertambah

Keluarga penumpang Hak atas foto Reuters
Image caption Keluarga penumpang menunggu khabar tentang anggota keluarga mereka di Istanbul.

Serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki, sejauh ini menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai 239 orang.

Korban jiwa mencakup warga asing -termasuk yang memiliki kewarganegaraan ganda.

Hal itu disampaikan oleh gubernur Istanbul sebagaimana diumumkan oleh kantor gubernur pada Rabu (29/06).

Dari 41 korban tewas, 13 di antara mereka adalah warga negara asing, yang meliputi lima warga negara Arab Saudi, dua warga Irak, satu warga Cina, satu warga Iran, satu warga Ukraina, satu warga Tunisia, satu warga Yordania dan satu warga Uzbekistan.

Korban tewas terbanyak adalah warga negara Turki, 23 orang. Hingga kini 37 korban sudah berhasil diindentifikasi.

Tiga penyerang mendatangi bandar udara dengan menumpang taksi dan langsung melepaskan tembakan di pintu masuk terminal Selasa malam (28/06). Mereka lantas meledakkan diri setelah polisi menembaki mereka.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menyatakan bahwa berdasarkan petunjuk-petunjuk awal serangan tampaknya dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS). Namun sejauh ini tak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Image caption Jenazah Siddik Turgan, seorang pegawai Bea dan Cukai di Bandara Ataturk, disalatkan sebelum dimakamkan.

Sementara itu tim penyelidik sudah mulai memeriksa rekaman gambar kamera pengawas dan meminta keterangan para saksi mata. Mereka juga mendalami rekaman video yang diambil oleh para penumpang sebagai bagian dari upaya mengindentifikasi para pelaku.

Berita terkait