Rusia dan Turki akan pulihkan hubungan ke tingkat prakrisis

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin Hak atas foto Reuters
Image caption Prioritas pemulihan hubungan adalah kerja sama pada tingkat prakrisis.

Turki dan Rusia sepakat untuk meredakan pertengkaran serius dengan tekad akan memulihkan kembali hubungan ekonomi.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan sanksi perdagangan atas Turki akan dihapuskan 'selangkah demi selangkah'.

"Prioritasnya adalah kembali ke kerja sama pada tingkat prakrisis," tuturnya kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang berkunjung ke St Petersburg, Selasa 8 Agustus.

Sementara Presiden Erdogan mengucapkan terima kasih kepada Putin, yang meneleponya setelah kudeta militer yang gagal bulan lalu dan menyebutnya 'banyak artinya secara psikologis'.

Hak atas foto AP
Image caption Kunjungan Presiden Erdogan ke St Petersburg merupakan yang pertama sejak kudeta yang gagal bulan lalu.

Dia menambahkan poros Moskow-Ankara akan dipulihkan.

Kunjungan Erdogan ke Rusia merupakan yang pertama ke luar negeri sejak kudeta militer bulan lalu.

Hubungan kedua negara memburuk November lalu ketika Turki menembak jatuh satu pesawat tempur Rusia di perbatasan Suriah, yang membuat Moskow memberlakukan sanksi perdagangan dan paket wisata ke Turki.

Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Putin mengatakan pencabutan sanksi perdagangan akan berlangsung secara bertahap.

Pemerintah Moskow sudah memutuskan untuk menjalankan lagi paket wisata, yang merupakan sumber pemasukan penting bagi kawasan-kawasan wisata Turki.

Terkait konflik Suriah, Putin mengakui masih ada perbedaan besar dengan Erdogan namun keduanya 'akan mengupayakan solusi'.

Sengketa antar kedua negara menyebabkan dua proyek energi terhenti, yaitu pipa gas TurkStream yang melintasi Laut Hitam serta reaktor nuklir Akkuyu yang dibangun perusahan Rusia, Rosatom.

Di St Petersburg kedua pemimpin memutuskan untuk menghidupkan kembali kedua proyek tersebut.

Rusia merupakan pasar ekspor utama untuk buah maupun sayur asal Turki dan pemerintah Ankara berharap Moskow segera mencabut larangan impor.

Berita terkait