Mantan PSK merasa takjub dikunjungi Paus Fransiskus

Hak atas foto EPA
Image caption Paus kemudian mengobrol selama lebih dari satu jam dengan para perempuan itu, yang sebagian diperdagangkan dari Afrika dan tempat lain di Eropa.

Puluhan mantan pekerja seks komersial, PSK, merasa takjub ketika dikunjungi secara mendadak oleh Paus Fransiskus di lokasi penampungan sementara di ibu kota Italia, Roma.

Mereka diselamatkan dari cengkeraman mucikari dan kemudian ditempatkan serta diberi perlindungan di sebuah apartemen oleh sebuah badan amal Katolik.

Paus kemudian mengobrol selama lebih dari satu jam dengan para perempuan itu, yang sebagian diperdagangkan dari Afrika dan tempat lain di Eropa.

Dalam berbagai kesempatan, pria yang berusia 79 tahun itu berulang kali menyatakan bahwa praktek perdagangan manusia sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan".

Paus duduk bersebelahan dengan mereka, diantaranya adalah tujuh orang Nigeria, enam orang Rumania dan empat orang Albania.

Hak atas foto Reuters
Image caption Paus duduk bersebelahan dengan mereka, diantaranya adalah tujuh orang Nigeria, enam orang Rumania dan empat orang Albania.

Menurut Vatikan, Paus mendengarkan pengalaman mereka ketika dipaksa menjadi PSK.

Tiga orang lainnya adalah warga Italia, Tunisia dan Ukraina.

Mereka berusia sekitar 30tahun dan memiliki "pengalaman kekerasan fisik serius" dan sekarang hidup di bawah perlindungan, ungkap Vatikan.

Para mantan PSK itu dijanjikan akan mendapat pekerjaan, tetapi belakangan terungkap mereka dibawa ke Italia dan negara-negara Eropa barat lainnya untuk dipaksa menjadi PSK.

Dalam pertemuan itu, Paus Fransiskus mendorong agar mereka "tumbuh menjadi kuat" setelah mendapat bantuan Paus Yohanes XXIII Community untuk memulai hidup baru.

Berita terkait