Pemimpin ISIS Afghanistan dan Pakistan 'tewas'

Hak atas foto BBC MONITORING
Image caption Diyakini Saeed Khan tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS pada bulan lalu, kata pejabat AS.

Hafiz Saeed Khan, pemimpin kelompok yang menyebut dirinya ISIS atau Negara Islam di Afghanistan dan Pakistan, diyakini tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS pada bulan lalu, kata pejabat AS.

Tahun lalu, badan intelijen Afghanistan mengatakan mereka meyakini bahwa Saeed Khan tewas dalam serangan pesawat tak berawak di provinsi Nangarhar, di wilayah Afghanistan timur.

Tetapi, ISIS selalu bersikeras bahwa pemimpinnya selamat dari serangan tersebut.

Pada Jumat, AS mengatakan Saeed Khan telah tewas dalam serangan terbaru pesawat tak berawak baru di distrik Achin, Provinsi Nangarhar pada tanggal 26 Juli lalu.

Serangan pesawat tak berawak itu dilakukan tiga hari setelah ISIS melakukan serangan terdahsyat di Afghanistan, yang menewaskan 80 orang dan melukai 230 orang lainnya saat kaum Syiah dari minoritas Hazara menggelar pawai perayaan di ibukota Kabul.

'Terlibat langsung'

ISIS, kelompok militan Sunni, menganggap bahwa Syiah sebagai bidah.

Hak atas foto AFP
Image caption Juru bicara Pentagon, Gordon Trowbridge mengatakan Saeed Khan (tengah) tewas dalam sebuah "serangan udara", tetapi tidak dijelaskan apakah serangan itu dilakukan oleh pesawat tanpa awak.

Juru bicara Pentagon, Gordon Trowbridge mengatakan Saeed Khan tewas dalam sebuah "serangan udara", tetapi tidak dijelaskan apakah serangan itu dilakukan oleh pesawat tanpa awak.

"Khan terlibat langsung dalam serangan terhadap pasukan koalisi AS dan tindakan jaringannya saat meneror warga Afghanistan, terutama di Nangarhar," ungkap Trowbridge.

Pada 26 Juli, sumber keamanan Afghanistan mengungkapkan, sekitar 120 anggota kelompok militan ISIS tewas dalam operasi militer di Nangarhar, yaitu persisnya di wilayah Kot, dan bukan Achin, serta tidak menyebut sosok Saeed Khan.

Dilaporkan pimpinan kelompok militan itu tewas akibat serangan pesawat tak berawak di Achin pada Juli 2015.

Berita terkait