Pendeta yang sebut banjir sebagai azab terkait LGBT, kebanjiran

Tony Perkins
Image caption Tony Perkins pernah mengatakan 'Tuhan sedang mengirim pesan' saat badai Joaquin melanda dan mengaitkannya dengan azab bagi kaum LGBT dan aborsi.

Pendeta asal AS, Tony Perkins, yang mengatakan bahwa bencana alam dikirim Tuhan sebagai azab untuk menghukum kaum LGBT, mengungsi dari rumahnya yang kebanjiran di Louisiana.

Pendeta ini menciptakan kontroversi pada 2015 ketika mengamini sebuah pernyataan bahwa bencana alam diberikan Tuhan sebagai hukuman atas aborsi dan pernikahan sesama jenis.

Tony Perkins mengungkapkan bahwa dia dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah mereka dengan sebuah sampan.

Banjir melanda Louisiana AS, sedikitnya tiga tewasObama menetapkan status bencana di Lousiana

Dia membagikan foto-fotonya di Facebook dan mendiskusikan pengalamannya di sebuah podcast.

"Ini adalah banjir yang dapat dibandingkan dengan yang tertulis di Alkitab," katanya dalam sebuah wawancara dengan Dewan Riset Keluarga (Family Research Council)."

"Kami harus pergi dari rumah kami pada hari Sabtu (13/8) dengan sampan. Di ujung jalan rumah kami, air mencapai tinggi sekitar tiga meter. Rumah kami kebanjiran, mobil kami terendam banjir.”

Hak atas foto AP

Pada 2015, dia mewawancarai pendeta Yahudi Mesianik yang ekstrim, Jonathan Cahn, yang berkata kepadanya bahwa Topan Joaquin, yang menghancurkan Hawaii tahun lalu, adalah ‘tanda kemarahan Tuhan.’

Dalam wawancara itu, Jonathan Cahn menyatakan badai itu adalah isyarat murka Tuhan atas legalisasi pernikahan sesama jenis dan aborsi dan hubungan antara PBB dan Israel.

Tony Perkins mengamini dan menambahkan, “Tuhan sedang mengirimkan pesan kepada kita”.

Banjir terjang West Virginia, AS, sedikitnya 20 tewasKebakaran hutan California menyebabkan ratusan orang mengungsi

Palang Merah mengatakan banjir Louisiana adalah bencana alam terburuk di AS sejak topan Sandy pada 2012.

Hak atas foto NGS
Image caption Ini merupakan banjir terparah yang pernah melanda Louisiana.

Gambar-gambar mengejutkan dari Baton Rouge di Louisiana menunjukkan penyelamatan dramatis di negara bagian yang dilanda bencana itu.

Tiga belas orang tewas di bencana banjir di seluruh negara bagian AS dan puluhan ribu orang tertahan di rumah atau kendaraan mereka.

Taylor Swift menyumbangkan £ 1 juta (Rp 17 milyar) untuk korban banjir.

"Begitu banyak orang di Louisiana terpaksa keluar dari rumah mereka minggu ini, sunguh menyayat hati," katanya di sebuat pernyataan mengenai sumbangannya.

"Saya mendorong semua yang mampu untuk membantu dan mengirimkan cinta dan doa kepada mereka semua selama masa sulit ini.”

Berita terkait