Pegiat 'bertopeng Putin' mencari suaka di Ukraina

Pegiat bertopeng Putin Hak atas foto Getty
Image caption Roman Roslovtsev ditangkap berulang kali karena protes di Lapangan Merah Moskow dengan topeng Putin.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan, seorang pegiat oposisi Rusia mengajukan permohonan suaka di Ukraina.

Roman Roslovtsev, yang terkenal dengan protesnya melawan presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan bertopeng wajah Putin memasuki Ukraina dari Belarus.

Dia mengatakan pada televisi lokal bahwa dia mencari suaka karena kasus penganiayaan oleh aparat keamanan Rusia.

Kantor imigrasi Ukraina mengatakan permohonan suakanya sedang diperiksa oleh pihak imigrasi.

Roslovtsev, 36 tahun, setidaknya sudah ditahan sembilan kali oleh pihak otoritas Rusia, setelah dia berjalan di Lapangan Merah Moskow dengan topeng Putin.

Hak atas foto Getty
Image caption Roman Roslovtsev ditangkap oleh polisi setelah berunjuk rasa.

Pihak berwenang mengatakan aksinya melanggar hukum unjuk rasa di Rusia.

Roslovtsev mengatakan memprotes undang-undang yang disebut dalam penangkapannya, yang dia sebut 'konyol'.

Dia lahir dan dibesarkan di Moskow, terdidik sebagai akuntan sebelum memilih untuk melakukan protes melawan aksi Rusia terhadap Ukraina.

Roslovtsev juga mengatakan berunjuk rasa melawan Pasal 212.1 yang kontroversial yang memungkinkan orang-orang yang melanggar undang-undang unjuk rasa dipenjara sampai lima tahun.

Aturan itu digunakan untuk menahan penulis blog oposisi, Alexey Navalny, dan band punk-rock, Pussy Riot.

Berita terkait