Walau gelar protes, peraih perak Ethiopia akan disambut baik

Feyisa Lilesa Hak atas foto AFP
Image caption Feyisa Liles menerima medali perak maraton saat acara penutupan Olimpiade Rio.

Pemerintah Ethiopia mengatakan atlet peraih medali perak di cabang maraton akan mendapat sambutan sebagai pahlawan walau menggelar protes di Olimpiade Rio.

Ketika memasuki garis finish, Feyisa Lilesa mengangkat kedua tangannya ke atas sebagai gerakan untuk orang Oromo, yang menurutnya mendapat perlakuan buruk polisi.

Dia juga mengatakan kepada para wartawan bahwa dia mungkin akan dibunuh atau dipenjara jika pulang ke Ethiopia.

Namun Menteri Informasi Ethiopia, Getachew Reda, menyatakan Lilesa -yang merupakan orang Orama- tidak akan menghadapi konsekuensi dari aksinya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Lilesa kepada para wartawan bahwa 'keamanannya' terancam jika pulang ke Ethiopia.

"Lilesa tidak akan menghadapi masalah di sini karena sikap politiknya," kata Reda kepada radio pemerintah Fana.

Reda menambahkan walau tidak mungkin mengungkapkan sikap politik di Olimpiade, dia akan disambut ketika pulang bersama anggota tim Olimpiade Ethiopia lainnya.

Kelompok-kelompok pegiat hak asasi manusia mengatakan aparat keamanan Ethiopia membunuh sejumlah orang sepanjang beberapa pekan belakangan dalam menanggapi protes antipemerintah di Oromia -wilayah tempat tinggal mayoritas Oromo- dan Amhara.

Sementara itu upaya menggalang dana untuk Lilesa di Amerika Serikat dilaporkan sudah mendapat lebih dari US$30.000 atau Rp396 juta.

Berita terkait