PM Jepang kritik peluncuran 'rudal balistik' Korut sebagai "tindakan ceroboh"

korea Hak atas foto AFP
Image caption Para pejabat mengatakan kepada media Korea Selatan peluru kendali tersebut dapat mencapai jarak 500 km.

Perdana Menteri Jepang mengatakan aksi menjatuhkan misil di dalam Wilayah Identifikasi Pertahanan Udara Jepang tersebut sebagai sebuah "tindakan ceroboh".

Amerika Serikat dan Korea Selatan menyebutkan Korea Utara menembakkan peluru kendali balistik dari kapal selam di lepas pantai timurnya.

Peluru kendali KN-11 yang diluncurkan dari perairan dekat Sinpo dan terbang sekitar 500 km sebelum jatuh ke Laut Jepang, kata seorang pejabat AS.

Peluncuran rudal balistik itu dilakukan bersamaan dengan latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika yang digelar setiap tahun.

Latihan yang disebut Ulchi Freedom ini biasanya membuat Pyongyang marah.

Ulchi Freedom melibatkan sekitar 80.000 pasukan AS dan Korsel dalam latihan pertahanan Korea Selatan untuk melawan invasi Korea Utara. Latihan itu sebagian besar dalam bentuk simulasi komputer.

Korut yang memandang kegiatan militer dua negara ini sebagai latihan invasi, dan dapat mendorong terjadinya perang di Semenanjung Korea.

Baru-baru ini Korut juga mengancam akan melakukan "serangan nuklir sebagai langkah pencegahan" untuk membalas Seoul.

Korea Utara dilarang PBB untuk menggunakan teknologi balistik dan nuklir. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir negara itu berulang kali melakukan peluncuran peluru kendali dan diyakini akan segera melakukan tes kelima alat nuklir.

Berita terkait