Perekrut ISIS mengaku menyesal dan 'cinta Australia'

hamid alqudsi isis australia Hak atas foto AFP
Image caption Hamid Alqudsi mengaku bahwa sejak awal ia tahu ketujuh orang yang dibantunya itu memang bermaksud bertempur di Suriah.

Seorang lelaki Sydney yang membantu tujuh anak muda Australia untuk terbang ke Suriah dan bergabung dengan ISIS, mengaku menyesal dan 'mencintai Australia.'

Hamdi Alqudsi, 42, dinyatakan bersalah oleh pengadilan Australia untuk perbuatannya mengatur perjalanan untuk sekelompok calon pejihad pada tahun 2013.

Dalam pengakuan yang diberikannya untuk pertama kali saat sidang, ia menyatakan bukan teroris, dan bahwa awalnya ia berpikir bahwa ISIS akan membantu warga sipil yang ditindas di Suriah.

Alqudsi bisa dihukum hingga 10 tahun penjara untuk tujuh dakwaan terkait memberikan bantuan dengan tujuan mendukung tindakan bermusuhan.

"Seharusnya sebagai orang Australia saya memikirkan urusan saya sendiri saja," kata Alqudsi di Mahkamah Agung New South Wales.

"Saya cinta Australia. Saya selalu cinta negeri ini."

Dalam sidang hari Rabu (24/8), Alqudsi mengakui untuk pertama kalinya bahwa ia memang sudah tahu bahwa tujuh orang yang dibantunya pada 2013 direncanakan untuk mengangkat senjata melawan pasukan pemerintah Suriah.

Berurai air mata

Dia mengatakan dia seharusnya membatasi keterlibatannya dengan hanya mengumpulkan sumbangan bagi rakyat sipil Suriah melalui badan amal yang terdaftar.

Alqudsi meledak dalam tangis ketika menyampaikan pernyataan, dan mengatakan sekarang ia menyadari telah melanggar hukum.

"Waktu itu saya menganggap hal itu merupakan hal yang benar," katanya.

Sekarang, katanya, "Saya benar-benar menyesal atas apa yang telah saya lakukan."

Dua dari tujuh orang yang dibantu keberangkatannya oleh Alqudsi, tewas di Suriah. Dua orang lainnya telah kembali ke Australia, seorang ditangkap sebelum bisa meninggalkan negara itu, dan nasib dua orang lainnya tidak diketahui.

Hak atas foto afp getty
Image caption Cukup banyak warga Australia yang bergabung sebagai prajurit ISIS di Suriah.

Alqudsi mengatakan kesan pertamanya tentang kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS adalah bahwa mereka adalah kekuatan untuk kebaikan.

Jaksa menegaskan kepadanya bahwa sudah jelas orang-orang itu bermaksud melakukan perjalanan ke Suriah untuk bertempur.

"Anda sudah tahu orang-orang itu bermaksud terjun ke medan perang di Suriah untuk terlibat dalam pertempuran," kata jaksa David Staehli SC.

"Ya, saya memang mengetahuinya," jawab Alqudsi.

Berita terkait