Parlemen Cina ratifikasi Traktat Iklim Paris

Hak atas foto AFP
Image caption Cina mengeluarkan 24% emisi gas rumah kaca dunia.

Parlemen Cina telah meratifikasi Traktat Iklim Paris yang bertujuan membatasi pemanasan global berada di bawah 2 derajat Celsius, sebagaimana dilaporkan kantor berita Cina Xinhua.

Keputusan Kongres Nasional Rakyat Cina tersebut dinilai krusial mengingat Cina adalah penyumbang gas rumah kaca terbesar di dunia. Jika Cina berkomitmen untuk menekan emisi karbon, dampaknya akan signifikan.

Sebelum Cina meratifikasi Traktat Iklim Paris, sebanyak 23 negara telah lebih dulu meratifikasi kesepakatan tersebut. Namun, gabungan emisi dari 23 negara itu hanya mencapai sekitar 1% dari emisi dunia, dibanding Cina yang mengeluarkan 24% emisi gas rumah kaca dunia

Jika Amerika Serikat juga meratifikasi Traktat Iklim Paris, komitmen jumlah emisi gas rumah kaca yang bisa ditekan bisa mencapai 40%.

Saat para kepala negara anggota G-20 berkumpul di Hangzhou, Cina, Minggu (4/9), diperkirakan Presiden AS Barack Obama bakal mengumumkan bergabungnya AS dalam Traktak Iklim Paris.

Image caption 10 besar penyumbang emisi gas rumah kaca dunia.

Traktat Iklim Paris disepakati pada Desember 2015 lalu. Kunci kesepakatan ini adalah tujuan untuk membatasi pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius dengan mengarah ke emisi karbon nol pada tahun 2050 mendatang.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa target itu terancam tidak bisa dipenuhi.

Selama 14 bulan berturut-turut, para ahli meteorologi mencatat kenaikan temperatur. Bahkan, Badan Meteorologi Inggris memprediksi suhu pada 2016 akan mencapai 1,1 derajat Celcius di atas temperatur sebelum masa industri.

Suhu rata-rata dunia juga diperkirakan meningkat pada tahun-tahun mendatang sebagai imbas dari emisi karbon.

Berita terkait