Pemimpin tertinggi Iran kecam keras pengelolaan haji

Ayatollah Ali Khamenei Hak atas foto EPA
Image caption Ayatollah Ali Khamenei melancarkan kecaman keras kepada Arab Saudi.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan kecaman pedas kepada Arab Saudi dan pengelolaan haji oleh negara itu.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan menjelang Hari Raya Idul Adha, 12 September mendatang, Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa dunia Islam secara mendasar harus mempertimbangkan ulang pengelolaan ibadah haji.

"Karena tingkah laku para penguasa Arab Saudi yang opresif terhadap para tamu Allah, dunia Islam secara mendasar harus mempertimbangkan kembali manajemn dua tempat suci dan masalah penyelenggaraan haji," katanya dalam situs resminya pada Senin (05/09).

Ia lantas menyebut peristiwa berjejalan tahun lalu saat melempar jumrah di Mina.

Ratusan jemaah haji dari berbagai negara meninggal dunia dalam peristiwa itu, termasuk jemaah dari Iran dan Indonesia. Namun data dari sejumlah negara dilaporkan bahwa jumlah jemaah yang meninggal dunia lebih tinggi dibandingkan angka resmi pemerintah Arab Saudi.

Hak atas foto AFP
Image caption Jenazah jemaah haji Iran yang meninggal dunia di Mina pada September 2015 disambut melalui upacara.

Pemerintah Iran menyalahkan Arab Saudi atas peristiwa yang dianggapnya sebagai salah urus penyelenggaraan haji.

Tahun ini calon jemaah haji dari Iran dilarang menunaikan ibadah haji setelah pada Mei lalu kedua negara gagal melanjutkan perundingan terkait pengaturan haji.

Analis BBC tentang masalah Timur Tengah, Sebastian Usher, mengatakan tragedi Mina tahun lalu, yang membuat lebih dari 400 jemaah Iran meninggal dunia, memperparah sengketa antara kedua negara. Arab Saudi dan Iran selama ini berseberangan dalam berbagai masalah di Timur Tengah.

Berita terkait