Pemimpin tertinggi Iran tuduh Saudi 'membunuh' jemaah haji

Ayatollah ALi Khamenei Hak atas foto KHAMENEI.IR
Image caption Ayatollah Ali Khamenei menuding, saudi 'membunuh' para jemaah yang terluka dengan memasukannya dalam kontainer terkunci dan tidak memberikan perawatan medis.

Pemimpin tertinggi Iran melancarkan serangan kata-kata pedas terhadap Arab Saudi, menuduh pemerintah negeri itu 'membunuh' para jemaah haji yang terperangkap dalam peristiwa desak-desakan selama musim haji tahun lalu.

Ayatollah Ali Khamenei menuding, jemaah yang terluka saat kejadian itu dikurung dalam kontainer dan tidak diberikan perawatan medis.

Kejadian itu menurut pemerintah Saudi menewaskan 769 orang, namun menurut perhitungan tak resmi jumlah korban tewas mencapai 2.426 orang -termasuk 400 jemaah Iran dan ratusan jemaah Indonesia .

Pemerintah Saudi, menyangkal berbagai tudingan yang tentang buruknya pengelolaan ibadah haji.

Hak atas foto AP
Image caption Dalam tragedi Mina itu, ribuan jemaah tewas, termasuk ratusan jemaah Indonesia.

'Setan kecil'

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situsnya menandai peringatan peristiwa maut itu, Ayatollah Khamenei mengatakan: "(Aparat) Saudi yang keji dan tak punya hati memasukkan orang-orang yang terluka bersama orang-orang yang meninggal dalam kontainer yang terkunci, dan bukannya mengobati mereka atau setidaknya melepaskan dahaga mereka,

"Mereka (pemerintah Saudi) telah membunuh mereka (para jemaah)," katanya.

"Dan bukannya meminta maaf dan menyesalkan dan mengadili mereka yang bersalah dalam peristiwa mengerikan itu, para penguasa Saudi dengan sangat tak tahu malu - menolak untuk mengizinkan pembentukan komite Islam internasional pencari fakta."

Bulan Mei lalu penyelenggara haji Iran menyatakan tak akan bisa mengirim jemaah tahun ini, karena "sabotase oleh pemerintah Saudi yang terus berlangsung."

Menteri luar negeri Arab balik menuduh Iran meminta perlakuan khusus bagi warga mereka dan mencari dalih untuk mencegah warga mereka memenuhi kewajiban agama.

Beberapa bulan lalu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah terjadinya serangan terhadap kompleks diplomatik Arab Saudi di Iran oleh orang-orang yang marah oleh langkah Saudi mengeksekusi seorang ulama Syiah terkemuka yang dinyatakan bersalah untuk dakwaan terorisme.

Berita terkait