Warga AS bisa gugat pemerintah Saudi terkait serangan 9/11

wtc 911 Hak atas foto GETTY
Image caption Reruntuhan gedung World Trade Center yang jadi sasaran serangan 9 September 2001.

Kongres AS mengesahkan RUU yang memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 untuk menuntut pemerintah Saudi untuk dugaan keterlibatan para pejabatnya.

Pemungutan suara kongres untuk RUU yang sudah disetujui Senat itu dilangsungkan sehari sebelum peringatan 15 tahun serangan terhadap menara kembar World Tade Center New York.

Presiden Obama menyatakan akan menolak ketentuan itu, tapi para anggota parlemen bisa membatalkan veto Obama untuk pertama kalinya jika mereka bisa mengumpulkan cukup suara.

Arab Saudi, sekutu kunci AS, telah membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Legislator dari Partai Demokrat, Jerrold Nadler, yang memprakarsai RUU itu mengatakan, "Kami ingin mengesahkannya, secara simbolis, sebelum ulang tahun ke-15 (serangan itu).

Hak atas foto GETTY
Image caption Terry Strada, aktif memperjuangkan RUU ini.

Presiden Obama memperingatkan pemerintah AS bisa menderita tuntutan-tuntutan hukum balasan jika warga Amerika diperbolehkan untuk menuntut Saudi ke pengadilan.

Tapi Terry Strada, ketua Persatuan Keluarga Korban 9/11 Untuk Keadilan Melawan Terorisme, berbeda pendapat

"Jika kita tidak mendanai organisasi teroris atau membunuh orang, maka kita tidak punya alasan untuk khawatir," katanya.

Calon presiden Demokrat Hillary Clinton, mantan senator New York, adalah salah satu pendukung RUU itu.

Awal tahun ini, Pemerintah Saudi dilaporkan mengancam untuk menarik ratusan miliar dolar dana mereka dari Amerika jika RUU Keadilan Melawan Sponsor Terorisme ini diundangkan.

Secara terpisah, sekelompok senator bipartisan AS mengumumkan dua hari sebelum itu, bahwa mereka akan mencoba untuk memblokir penjualan senjata bernilai lebih dari $1 miliar (sekitar Rp13 triliun) ke Arab Saudi.

Hak atas foto GETTY
Image caption Para anggota kongres menyanyikan lagu kebangsaan AS sesudah mengesahkan RUU, sehari sebelum peringatan 15 tahun Serangan 9/11

Riyadh belum pernah secara formal dinyatakan terlibat dalam serangan 11 September 2001.

Tapi dua bulan lalu Kongres membuka dokumen rahasia 28 halaman yang menyulut kembali kecurigaan bahwa sejumlah pelaku memiliki hubungan dengan pejabat pemerintah Saudi.

Tahun lalu, seorang yang mengaku salah satu perencana 9/11 yang berada dalam tahanan AS, Zacarias Moussaoui, menyatakan bahwa seorang pangeran Saudi membantu membiayai serangan itu.

Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa itu merupakan tuduhan tidak berdasar dari 'seorang penjahat sinting.'

Dari 19 pembajak peristiwa 9/11, 15 di antaranya merupakan warga Saudi.

Berita terkait