Eks presiden Brasil dan istrinya didakwa korupsi

Hak atas foto Reuters
Image caption Lula da Silva dan istri.

Jaksa federal Brasil meminta hakim untuk mendakwa mantan Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi.

Sebelumnya, jaksa telah menyelidiki apakah Lula dan istrinya gagal menjelaskan asal muasal kepemilikan sebuah rumah mewah di pinggir laut di kawasan resor Guaruja.

Lula membantah sebagai pemilik rumah mewah itu dan menuding kasus tersebut bermuatan politik.

Rumah tersebut dibangun oleh sebuah perusahaan konstruksi yang diduga terlibat dalam skandal korupsi di perusahaan minyak negara, Petrobas.

“Lula adalah bos besar dalam kasus korupsi Petrobas. Dia ada di puncak piramida kasus ini,” ungkap jaksa Deltan Dalagnol dalam konferensi pers di Curitiba, Rabu (14/09).

Hak atas foto Reuters
Image caption Rumah mewah itu berada di kawasan resor Guaruja.

“Lula memilih langsung sejumlah pejabat senior di Petrobas, sehingga mereka bisa mengambil uang untuk kepentingan partai yang berkuasa (lewat korupsi).”

“Tanpa keputusan-keputusan yang diambil Lula, mustahil berbagai hal itu bisa diraih perusahaan tersebut,” tambah jaksa.

Hak atas foto Reuters
Image caption Pengganti Lula, Dilma Rousseff telah dimakzulkan senat Brasil.

Lula (70), menjabat presiden dari 2003 hingga 2010.

Awal tahun ini Ia mengumumkan kembali melaju sebagai calon presiden pada pemilu 2018 mendatang. Namun, pada Juli dia didakwa menghalang-halangi investigasi yang dilakukan pada Petrobas.

Pengganti Lula, Dilma Rousseff, telah dimakzulkan oleh senat Brasil akhir bulan lalu.

Dalam beberapa hari ke depan hakim akan memutuskan untuk mendakwa Lula secara resmi atau tidak.

Hak atas foto AFP
Image caption Jaksa mengklaim OAS membeli rumah untuk Lula.

Rumah mewah tersebut dibangun oleh perusahaan konstruksi raksasa, OAS, salah satu perusahaan yang berada di pusaran kasus korupsi Petrobas.

Jaksa mengklaim OAS membeli dan merenovasi rumah tersebut untuk Lula dan istrinya.

Perusahaan ini disebut mendapat kontrak bernilai besar semasa Lula menjabat Presiden.

Hak atas foto Reuters
Image caption Lula membantah sebagai pemilik rumah mewah itu.

Selain Lula, enam orang lainnya, termasuk dua eksekutif OAS, telah didakwa dalam kasus ini.

Rumah mewah di Guaruja ditaksir bernilai US$550.000 atau setara Rp7 miliar.

Berita terkait