Usir wanita bercadar, restoran Jerman 'jadi pembicaraan'

Niqab, Jerman Hak atas foto PA
Image caption Ada yang menilai bahwa cadar atau niqab dan pakaian yang menutupi seluruh tubuh (burka) adalah simbol Islam sangat konservatif.

Manajer restoran di Bielefeld, Jerman utara, menjadi topik hangat di media sosial setelah mengusir wanita yang menggunakan penutup kepala dan wajah yang menyisakan mata saja (cadar) dari restorannya.

Restoran Seekrug menyediakan minuman alkohol dan daging babi, yang haram bagi umat Muslim.

Di Facebooknya, Christian Schulz mengatakan dia harus membela restorannya, Seekrug, dari 'penilaian-penilaian negatif'. Jadi, dia mengatakan bahwa dia sudah 'menghapus dua postingannya yang berjumlah hampir 800 komentar'.

Dalam laman Facebooknya menunjukkan foto-fotonya dengan koki-koki restoran Seekrug yang tampaknya orang Afrika. Media Jerman melaporkan bahwa dia mempekerjakan karyawan-karyawan dari Nigeria, Ghana, Pakistan dan Portugal.

Schulz mengatakan kepada surat kabar setempat, dulu dia pernah juga mengusir pengunjung-pengunjung yang mengenakan pakaian merek Thor Steinar, yang populer di kalangan neo-Nazi.

Pada bulan-bulan terakhir, warga Jerman khawatir tentang serangan teror, beberapa di antaranya berhubungan dengan Islam ekstrem.

Cadar dan pakaian yang menutupi seluruh tubuh (burka) dilihat sebagai simbol Islam yang sangat konservatif.

Pembauran umat Muslim dengan masyarakat Jerman menjadi prioritas utama sejak negara tersebut menerima lebih dari sejuta pendatang tahun lalu, banyak di antara mereka adalah pengungsi Muslim dari Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Cacian di media sosial

Wanita pemakai cadar tersebut datang ke restoran pada Sabtu bersamaan dengan ratusan orang berkumpul di Seekrug untuk merayakan Festival of Light.

Schulz mengatakan dia meminta wanita itu untuk memperlihatkan mukanya, tapi wanita itu menolak dan 'tidak menunjukkan rasa hormat' lalu meninggalkan restoran.

Setelah peristiwa tersebut, Schulz menjadi sasaran komentar-komentar negatif dan cacian-cacian tentang Seekrug di media sosial.

Media Jerman melaporkan beberapa akun Facebook yang mencaci maki dibuat seketika itu juga, setelah insiden terjadi, memperlihatkan ada yang mengkoordinir.

Hak atas foto AFP
Image caption Berbagai macam pakaian Muslimah dan beberapa variasinya: jilbab, burka, dan cadar.

Schulz lalu membela diri di Facebook, dengan mengatakan, "Semuanya (komentar-komentar negatif) yang ditujukan untuk saya sangat keterlaluan, pada Sabtu saya hanya menggunakan hak sebagai manajer restoran."

Baru-baru ini laman Facebooknya dihujani dengan komentar-komentar yang suportif.

Beberapa pesan di Facebook yang mendukungnya, antara lain adalah Gok Han, yang menulis, "Saya orang Turki dan agama saya Islam. Tapi... masuk ke restoran yang menyediakan bir sebagai seorang Muslim dan berkerudung seluruh tubuh (burka) - saya rasa cukup aneh! Anda seharusnya tidak masuk ke tempat bersosialisasi di mana alkohol dikonsumsi! Tidak pantas."

Norbert Bochnick menulis, "Semoga sukses, jangan biarkan kasus seperti ini mengganggu usaha Anda! Dan tak ada seorang pun yang bisa mengatakan Anda sebagai rasis. Anda sudah menunjukkan komitmen pembauran melalui kebijakan karyawan Anda!"

Berita terkait