Perang narkoba di Filipina 'perlu waktu lebih lama'

Duterte Hak atas foto Reuters
Image caption Duterte meminta tambahan waktu enam bulan lagi untuk memberantas narkoba di Filipina.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ia memerlukan waktu enam bulan lagi untuk menuntaskan perang memberantas narkoba.

Pengakuan ini berbeda dengan janjinya dalam kampanye pemilihan presiden lalu bahwa ia akan memberantas narkotika dan kejahatan dalam tempo enam bulan pertama menjabat sebagai presiden.

"Saya tidak menyadari betapa parah dan serius ancaman narkoba di republik ini sampai saya menjadi presiden," kata Presiden Duterte dalam jumpa pers di Davao pada Minggu (18/09).

"Berikan saya perpanjangan waktu, mungkin enam bulan lagi."

Sejauh ini lebih dari 3.000 orang mati karena pembunuhan di luar proses hukum atau pembunuhan oleh milisi sejak Rodrigo Duterte menjabat sebagai presiden pada akhir Juni.

Presiden Filipina itu berkali-kali menyetujui penggunaan kekerasan dalam perang melawan narkotika.

Di tengah upaya tersebut, pekan lalu muncul tuduhan bahwa Duterte memerintahkan pembunuhan ribuan orang yang diduga sebagai penjahat ketika Duterte menjabat sebagai wali kota Davao.

Hak atas foto AP
Image caption Para aktivis HAM menyalakan lilin untuk mengenal orang-orang yang dibunuh dalam operasi melawan narkoba.

Disebutkan pula, Duterte memerintahkan pembunuhan terhadap para musuh politiknya.

Tuduhan dikeluarkan oleh seorang mantan pembunuh bayaran yang memberikan kesaksikan di hadapan Senat Filipina.

Berita terkait