Mimpi buruh migran tentang masa depan 'mimpi belaka'

Eni Lestari Hak atas foto IMA
Image caption Eni Lestari berpidato di PBB tentang perlakuan yang dialami buruh migran di seluruh dunia.

Konferensi tingkat tinggi PBB tentang pengungsi dan migran tengah digelar di New York.

Kelompok yang mewakili buruh migran Aliansi Migran Internasional mengeluarkan peringatan bahwa mimpi mereka tentang masa depan adalah kebohongan belaka.

"Sebagian besar dari kami, janji tentang masa depan yang lebih baik sudah menjadi kebohongan," kata ketua Aliansi Migran Internasional, Eni Lestari, seorang tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong.

"Kami terjerat utang, diperdagangkan, terjebak dalam perbudakan, hak-hak dasar kami dinafikkan, kami rentan terhadap penyiksaan. Banyak di antara kami hilang dan bahkan meninggal dunia. Mimpi kami telah menjadi mimpi buruk," tambah Eni dalam konferensi PBB di New York pada Senin (19/09).

Para pemimpin dunia yang hadir dalam konferensi sepakat membuat deklarasi untuk membuat aksi yang terorganisir lebih baik dan lebih manusiawi dalam menangani krisis pengungsi.

Hak atas foto EPA
Image caption Para pemimpin dunia yang hadir dalam sidang berjanji akan membuat rencana aksi.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menepati janji mereka.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Berita terkait